Share

Fungsi Spooring, Salah Satunya Biar Posisi Roda Selaras

Rina Anggraeni, Jurnalis · Rabu 30 Maret 2022 11:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 29 52 2569681 fungsi-spooring-salah-satunya-biar-posisi-roda-selaras-xbVkeGyC2B.jpg Ilustrasi (Antara)

FUNGSI Spooring (keselarasan) dan keseimbangan (balancing) roda juga menjadi hal yang harus diperhitungkan saat berkendara. Makanya mulai sekarang sebaiknya harus rutin melakukan spooring dan balancing supaya pengendalian mobil Anda tetap mantap dan nyaman.

Pada sebuah kendaraan yang telah lama dipakai, keselarasan dan keseimbangan roda harus diperbaiki karena keausan komponen kaki-kaki mobil yang bisa menyebabkan terjadinya penyimpangan pada sudut kelurusan roda.

 BACA JUGA: Apa itu Spooring? Ini Tanda-tandanya

Sering menghajar lubang di jalan, atau melalui jalan yang rusak juga dapat mengakibatkan settingan roda berubah. Agar kesetabilan mobil tetap terjaga maka wajib hukumnya untuk melakukan spooring dan balancing secara berkala.

Fungsi sporing utama adalah untuk menyelaraskan antara posisi roda kanan dan kiri. Kabarnya, nama spooring itu sendiri diciptakan karena mengharapkan laju mobil yang lurus dan stabil layaknya kereta api (spoor).

Efek yang ditimbulkan dari tidak seimbangnya roda kiri dan kanan ini bisa membuat mobil limbung dan bahkan berat sebelah. Selain itu juga pada saat prosesi spooring dijalankan, dilakukan pula penyetelan camber atau kemiringan roda serta caster atau maju mundurnya roda.

Bila setir sudah terasa miring, serta mobil cenderung lari ke satu arah sebaiknya segera lakukan spooring,” ucap Mekanik dari Timur Jaya Motor Bekasi, Jawa Barat, Komarudin.

 BACA JUGA: Toyota bZ4X Bakal Jadi Mobil Resmi Delegasi KTT G20, Ini Loh Spesifikasi Lengkapnya

Sedangkan balancing adalah untuk membuat putaran roda menjadi seimbang dan tidak goyang. Balancing dilakukan untuk menghindari adanya getaran pada roda kemudi pada saat mobil melaju.

Pada saat melakukan proses balancing dilakukan dengan menambah pelat timah pada bibir pelek, agar pelek menjadi seimbang. Ada dua jenis dari balancing, yang pertama balancing biasa dengan mencopot roda lalu dites dengan menggunakan alat ukur.

Lalu yang kedua yaitu finish balancing. “Disebut dengan sistem on the car,” lanjut Komar. Yakni melakukan balancing lansung pada saat roda terpasang dimobil. pada umumnya dilakukan balancing dengan metode yang biasa dulu, lalu agar semakin presisi dilanjutkan dengan finish balancing.

Dengan dilakukan finish balancing gerak naik turun, kiri kanan roda dan semua yang berhubungan dengan sistem penggerak otomatis ikut ter-balance. Disarankan agar rutin melakukan sporing dan balancing setiap 10.000 KM atau sekitar 6 bulan sekali.

 Ilustrasi

Fungsi sporing dan balancing juga bertujuan untuk membuat keausan ban mobil merata sehingga pengendalian dan kenyamanan mobil tetap terjaga, efek limbung dapat terhindar dan keamanan berkendaraan pun senantiasa terjamin.

Satu hal lagi, pilih bengkel spooring dan balancing yang alat nya rutin dilakukan kalibrasi. Karena bila tidak, hasil spooring akan menjadi tidak akurat dan pada akhirnya malah merugikan kita. Saat ini telah ada alat spooring yang menggunakan teknologi 3 dimensi yang memungkinkan pengerjaan dilakukan dengan hasil yang presisi. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini