Share

Kecelakaan Motor vs Mobil di Tangsel, Ini Loh Etika Jika Ingin Mendahului Kendaraan Lain

Kurniawati Hasjanah, Okezone · Jum'at 01 April 2022 11:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 01 52 2571417 kecelakaan-motor-vs-mobil-di-tangsel-ini-loh-etika-jika-ingin-mendahului-kendaraan-lain-VyrZ1pnoFK.png Ilustrasi kecelakaan mobil (dok Freepik)

SEORANG ibu hamil tewas akibat dari kecelakaan motor vs mobil di Jalan Boulevard BSD, tepatnya di depan Sinarmas World Academy, Cilenggang, Serpong, Tangerang Selatan, pada Kamis 31 Maret 2022.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan bermula saat motor Yamaha Mio yang dikendarai AS dan AM melaju dari arah persimpangan German Centre menuju ke arah D'Brezze.

Kemudian, sesampainya di dekat lampu merah Sinarmas, diduga kendaraan sepeda motor Yamaha Mio melaju bergerak ke samping kanan atau berpindah lajur.

Hal ini yang membuat kecelakaan tak terhindarkan.

infografis

Akibatnya, ibu hamil berinisial AM meninggal dunia.

Etika Berkendara Jika Mau Menyalip

Belajar dari kecelakaan tersebut, sebaiknya pengendara memahami lagi etika berkendara jika mau mendahului kendaraan lain.

Etika berkendara sebenarnya telah diatur berdasarkan perundang-undangan No 22 tahun 2009.

Misalnya ketika ingin mendahului kendaraan lain. Jika memang ada pengendara yang ingin mendahului kendaraan lain diperbolehkan, tapi harus memperhatikan berbagai aspek.

Mendahului kendaraan di sebelah kanan juga diperbolehkan saat sepeda motor, kendaraan bermotor yang kecepatannya lebih rendah, mobil barang, dan kendaraan tidak bermotor berada pada lajur kiri jalan.

Follow Berita Okezone di Google News

Berikut Undang-undang No. 22 tahun Paragraf 3 mengenai Jalur dan Lajur Berlalu Lintas yang harus diketahui sebelum mendahui kendaraan lain:

Pasal 108

(1) Dalam berlalu lintas Pengguna Jalan harus menggunakan jalur Jalan sebelah kiri.

(2) Penggunaan jalur Jalan sebelah kanan hanya dapat dilakukan jika: a. Pengemudi bermaksud akan melewati Kendaraan di depannya; atau b. diperintahkan oleh petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk digunakan sementara sebagai jalur kiri.

(3) Sepeda Motor, Kendaraan Bermotor yang kecepatannya lebih rendah, mobil barang, dan Kendaraan Tidak Bermotor berada pada lajur kiri Jalan.

(4) Penggunaan lajur sebelah kanan hanya diperuntukkan bagi Kendaraan dengan kecepatan lebih tinggi, akan membelok kanan, mengubah arah, atau mendahului Kendaraan lain.

Pasal 109

(1) Pengemudi Kendaraan Bermotor yang akan melewati Kendaraan lain harus menggunakan lajur atau jalur Jalan sebelah kanan dari Kendaraan yang akan dilewati, mempunyai jarak pandang yang bebas, dan tersedia ruang yang cukup.

(2) Dalam keadaan tertentu, Pengemudi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat menggunakan lajur Jalan sebelah kiri dengan tetap memperhatikan Keamanan dan Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

(3) Jika Kendaraan yang akan dilewati telah memberi isyarat akan menggunakan lajur atau jalur jalan sebelah kanan, Pengemudi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilarang melewati Kendaraan tersebut.

Pasal 110

(1) Pengemudi yang berpapasan dengan Kendaraan lain dari arah berlawanan pada jalan dua arah yang tidak dipisahkan secara jelas wajib memberikan ruang gerak yang cukup di sebelah kanan Kendaraan.

(2) Pengemudi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) jika terhalang oleh suatu rintangan atau Pengguna Jalan lain di depannya wajib mendahulukan Kendaraan yang datang dari arah berlawanan.

Pasal 111

Pada jalan yang menanjak atau menurun yang tidak memungkinkan bagi Kendaraan untuk saling berpapasan, Pengemudi Kendaraan yang arahnya menurun wajib memberi kesempatan jalan kepada Kendaraan yang mendaki.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini