Share

Ingat! Skuter Listrik Resmi Dilarang Beroperasi di Malioboro

Erfan Erlin, Jurnalis · Sabtu 02 April 2022 00:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 01 53 2571437 ingat-skuter-listrik-resmi-dilarang-beroperasi-di-malioboro-NiqW413iYR.jpg Ilustrasi skuter (dok Freepik)

GUBERNUR DIY Sri Sultan HB X melarang operasional skuter atau otoped listrik. Larangan tersebut ditegaskan dalam Surat Edaran Gubernur DIY nomor 551 /4671 yang dikeluarkan tertanggal 31 Maret 2022 ini.

Surat tersebut berisi tentang Larangan Operasional Kendaraan Tertentu Menggunakan Penggerak Motor Listrik di Jalan Margo Utomo, Jalan Malioboro dan Jalan Margo Mulya.

SE ini untuk mewujudkan satuan ruang strategis sumbu filosofi diperlukan penataan kawasan, khususnya kawasan pedestrian di tiga jalan ini. Termasuk di dalamnya pengaturan penggunaan kendaraan tertentu menggunakan penggerak motor listrik.

"Kendaraan tertentu menggunakan penggerak motor listrik tersebut meliputi: skuter listrik, hoverboard, electric unicycle, dan otoped listrik," kata Sultan.

infografis

Untuk mendukung lalu lintas yang aman, selamat, tertib dan lancar, serta memberikan kenyamanan bagi pejalan kaki maka tidak diperkenankan penggunaan kendaraan tertentu menggunakan penggerak motor listrik di tuga ruas jalan tadi.

Penggunaan kendaraan tertentu menggunakan penggerak motor listrik dikecualikan bagi pelaksanaan tugas pihak yang berwenang.

Kepala Satpol PP DIY, Noviar mengatakan, setelah SE laranagan terbit mereka akan melakukan sosialisasi sampai dengan Senin pekana depan. Sosialisasi akan menyasar kepada pelaku usaha penyewaan otoped atau skuter listrik tersebut.

“Mulai Senin depan kami juga akan melakukan operasi pengawasan dan tindakan langsung terhadap pelanggaran SE ini," ujar dia.

Pengusaha yang menyewakan skuter listrik untuk memindahkan unit mereka dari kawasan sumbu filosofis termasuk di sirip-sirip dan kawasan sekitar sumbu filosofis.

Operasi penindakan yang dilakukan adalah dengan non yustisi. Setmelanggar SE dan membawanya ke kantor Sat Pol PP DIY. Pelanggar akan dibawa ke kantor unruk dilakukan pembinaan.

"Kami menghimbau kepada semua pengusaha untuk memindahkan unitnya dari kawasan tersebut," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini