Share

Penjualan Nissan Turun Drastis di Asia Tenggara, Begini Respon Mantan Bos

Wahyu Sibarani, Jurnalis · Selasa 12 April 2022 06:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 11 52 2576898 penjualan-nissan-turun-drastis-di-asia-tenggara-begini-respon-mantan-bos-JuKr9xRfge.png Ilustrasi mobil (dok Freepik)

PENJUALAN Nissan babak belur di kawasan Asia Tenggara. Mulai dari Indonesia, Malaysia, hingga ke Thailand sepanjang 2021. Ironis mengingat Nissan adalah sebuah merek mobil yang sangat ternama dan diterima oleh masyarakat.

Saat ini Nissan memang masih berada dalam papan atas penjualan mobil dunia terutama di kawasan Eropa. Hanya saja jika berbicara wilayah Asia Tenggara, semuanya jadi berbeda.

Di negara-negara Asia Tenggara, Nissan yang sekarang tidak seberuntung Nissan yang dulu. Penjualannya terus tergerus dan bahkan dikangkangi oleh merek-merek baru yang datang dari China.

Misalnya di Indonesia, sepanjang 2021 Nissan hanya mampu menjual sebanyal 3.177 unit dari total 887.202 unit. Capaian itu membuat Nissan keluar dari 10 besar merek terlaris di Indonesia. Bahkan Wuling dan DFSK mampu mengalahkan Nissan. Wuling mencatat penjualan sebanyak 25.564 unit sedangkan DFSK sedikit lebih baik dari Nissan di angka 3.242 unit.

infografis

Bukan hanya di Indonesia, di Thailand bahkan Nissan juga mengalami hal yang sama. Memang tidak separah di Indonesia,NissanThailand masih mampu menjual sebanyak 29.696 mobil sepanjang 2021 dari total keseluruhan 759.119 unit.

Masalahnya penjualan itu justru tidak bikin Nissan berada di papan atas. Perusahaan mobil yang berbasis di Yokohama, Jepang itu harus berada di peringkat kelima. Kalah dari Mazda yang justru ada di peringkat keempat dengan perolehan penjualan 35.385 unit. Padahal seumur-umur Mazda di Thailand, tidak sekali pun pernah mereka bisa mengalahkan Nissan.

Di Malaysia gambaran yang sama juga terlihat. Nissan hanya ada peringkat keenam di negeri jiran. Tahun lalu mereka hanya menjual sebanyak 12.287 unit. Kalah dari Mitsubishi yang ada di peringkat kelima dengan total penjualan 17.489 unit. Padahal pada 2019 dan 2020, Nissan masih jumawa ada di peringkat kelima di Malaysia.

Mantan CEO Nissan dan Aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi, Carlos Ghosn mengatakan Nissan sama sekali tidak mengerti kawasan Asia Tenggara. Dalam bukunya Broken Alliances, Carlos Ghosn mengatakan Nissan tidak membaca dengan baik kondisi negara-negara Asia Tenggara yang mereka tuju.

"Contohnya di Thailand dimana kami membeli Siam Motor untuk memproduksi Nissan. Para eksekutif Nissan yang kami kirim ke sana sama sekali tidak berhasil," tulis Carlos Ghosn.

Dia melanjutkan ada perbedaan yang besar antara karyawan Nissan di Jepang dan di Asia Tenggara. Menurutnya orang Jepang bekerja sangat keras, menunjukkan kesetiaan yang besar kepada perusahaan mereka dan berkomunikasi dengan sangat cepat dan lancar satu sama lain. Nissan akhirnya memang mengirimkan wakil-wakil terbaik di Jepang untuk bekerja di Asia Tenggara.

Hanya saja hal itu tidak mengubah kondisi yang ada. Strategi produk mereka menurut Carlosn Ghosn juga tidak terlalu kuat melawan cobaan. Ambil contoh Nissan Grand Livina dan Nissan March. Di Indonesia Nissan Grand Livina sempat jadi mobil yang sangat disukai. Hanya saja begitu mobil-mobil MPV lain hadir, Nissan justru malah angkat tangan.

Begitu juga dengan Nissan March di Thailand yang awalnya sangat disukai masyarakat negara gajah putih. Begitu Honda membuat Brio, Nissan March justru sama sekali tidak ada update lagi.

Yang paling merugikan adalah menghadirkan Datsun di wilayah Asia Tenggara. Keputusan membangkitkan nama mobil legendaris itu ternyata sama sekali tidak menguntungkan. Nissan sama sekali tidak membaca karakter masyarakat Asia Tenggara yang tetap menginginkan mobil yang berkualitas baik meski harganya terjangkau.

"Performa di Asia Tenggara sama sekali tidak mengimbangi performa Nissan di tingkat global," ujar Carlos Ghosn.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini