Share

Mobil Tertabrak KRL di Depok, Cek Ancaman Sanksi Jika Nekat Terobos Palang Pintu Kereta

Tim Okezone, Jurnalis · Kamis 21 April 2022 13:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 21 52 2582638 mobil-tertabrak-krl-di-depok-cek-ancaman-sanksi-jika-nekat-terobos-palang-pintu-kereta-PfyoBEChxC.png Mobil tertabrak KRL di Depok (dok Instagram @jktinfo)

INSIDEN kendaraan nekat menerobos palang perlintasan sebidang dan berakhir ditabrak kereta api kembali terjadi. Kali ini adalah mobil Honda Mobilio di perlintasan kereta di Citayam-Depok, Jawa Barat, Rabu pagi 20 April 2022.

Endi Rais, penjaga palang perlintasan, kondisi jalur Citayam cukup padat saat insiden terjadi. Endi mengatakan, saat itu pintu palang sudah ditarik dan dalam kondisi setengah tertutup.

Dia bahkan berteriak “awas kereta” untuk memperingatkan pengguna jalan yang akan melintas, namun sopir mobil nahas itu diduga tidak mendengar karena kondisi jalan ramai.

Alhasil, mobil yang datang dari arah Depok itu tertabrak kereta yang melintas.

infografis

Endi juga menjelaskan, sopir mobil sempat keluar dari kendaraannya setelah kejadian.

Adapun, pengemudi mobil Ahmad Yasin mengaku terburu-buru saat melintasi perlintasan kereta.

Saat melintas di perlintasan sebidang, Ahmad Yasin kaget saat KRL melintas.

Ahmad Yasin mengaku sempat diperingatkan petugas penjaga palang pintu agar tidak melintas di perlintasan tersebut.

Dari kacamata hukum, kendaraan yang melewati perlintasan sebidang untuk kereta api diatur dalam Pasal 114 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), yang berbunyi:

Pada perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pengemudi kendaraan wajib:

berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup, dan/atau isyarat lain;

mendahulukan kereta api; dan

memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintasi rel.

infografis

Bagi pelanggar aturan tersebut, akan dikenakan sanksi sesuai Pasal 296 undang-undang yang sama. Sanksi itu berupa pidana kurungan paling lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp750.000.

Berhenti menunggu palang perlintasan kereta dibuka kembali pun tidak bisa sembarangan. Dalam Peraturan Dirjen Hubdat Nomor SK.047/AJ.401/DRJD/2018, pengguna jalan wajib menjaga jarak aman dengan lintasan kereta.

Meski palang tidak ada atau tidak berfungsi, pengguna jalan dilarang berhenti melewati batas jarak aman yang sudah dipasang. Hal ini lantaran risiko tersambar kereta yang melaju sangat besar ketika berhenti melebihi batas jarak aman tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini