Share

Viral Pesepatu Roda Melenggang di Tengah Jalan Raya, Simak Aturan Mainnya Sebelum Kena Sanksi

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 11 Mei 2022 09:55 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 11 87 2592163 viral-pesepatu-roda-melenggang-di-tengah-jalan-raya-simak-aturan-mainnya-sebelum-kena-sanksi-nQr9WpBIXj.JPG Ilustrasi (Foto: Instagram/@rollerblade)

WARGANET belum lama ini dibuat geram oleh kelakuan gerombolan pesepatu roda yang asyik melenggang bebas di tengah jalan raya yang sedang ramai.

Aksi mereka terekam kamera hingga viral di media sosial dan menuai kecaman para netizen. Betapa tidak, aksi mereka dianggap sangat mengganggu lantaran telah menghalangi pengendara yang melintas di ruas jalan itu.

Pada video yang diunggah oleh pemilik akun @pativ7, tampak rombongan pesepatu roda itu mengenakan kostum olahraga, lengkap dengan sepatu roda dan helm. Ia 'berselancar' bebas di jalur tengah Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan tanpa mempedulikan pengendara lain yang melintas.

Terdengar beberapa kali klakson mobil memperingatkan mereka untuk tidak menghalangi jalan karena membahayakan keselamatan. Belakangan diketahui mereka merupakan para atlet sepatu roda DKI Jakarta yang sedang berlatih.

Terkait kasus ini, ada aturan yang sebaiknya dipatuhi oleh mereka yang hendak bermain sepatu roda.

Pesepatu Roda di Tengah Jalan Raya
(Foto: Twitter/@pativ7)

Kasubdit Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Jamal Alam menyebut aksi rombongan pesepatu roda yang viral tersebut telah melanggar Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Sementara dalam Pasal 299 UU LLAJ disebutkan bahwa "Setiap orang yang mengendarai kendaraan tidak bermotor yang dengan sengaja berpegang pada kendaraan bermotor untuk ditarik, menarik benda-benda yang dapat membahayakan pengguna jalan lain, dan atau menggunakan jalur jalan kendaraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122 huruf a, b, atau c dapat dipidana dengan pidana kurungan paling lama 15 hari atau denda paling banyak Rp100.000,".

Adapun dalam Pasal 122 Undang-undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan melarang pengendara kendaraan tidak bermotor jika;

a. Dengan sengaja membiarkan kendaraannya ditarik oleh kendaraan bermotor dengan kecepatan yang dapat membahayakan keselamatan.


b. Mengangkut atau menarik benda yang dapat merintangi atau membahayakan penggunan jalan lain dan atau.

c. Menggunakan jalur jalan kendaraan bermotor jika telah disediakan jalur jalan khusus bagi kendaraan tidak bermotor.

Nah, kegiatan para pesepatu roda tersebut disimpulkan telah membahayakan keselamatan baik pengguna jalan ataupun pemain sepatu roda itu sendiri.

Sedangkan poin kedua menurut Kompol Jamal, ialah mengenai kecepatan atau speed para atlet yang dominan anak-anak. Di mana speed sata itu dianggap sangat membahayakan keselamatan atlet maupun pengendara lain.

Aturan lain yang juga mereka dilanggar yaitu PP Nomor 34 tahun 2006 tentang jalan yang berbunyi; "Setiap orang dilarang memanfaatkan ruang manfaat jalan yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan,".

Sementara, tempat di mana mereka bisa menggunakan sepatu roda ialah di lokasi-lokasi yang sesuai peruntukannya, di antaranya Jakarta International Roller Track Arena (JIRTA), Kawasan Sunter, Jakarta Utara maupun jalan yang sifatnya lokal di kawasan khusus ayau bukan jalan raya. Itupun harus dilakukan pada waktu-waktu tertentu seperti pada saat hari bebas kendaraan bermotor di lokasi tertentu atau yang disediakan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini