Share

Heboh Warga Cekcok Karena Parkir Mobil di Pinggir Jalan, Yuk Pahami Aturannya

Kurniawati Hasjanah, Jurnalis · Jum'at 13 Mei 2022 10:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 13 52 2593406 heboh-warga-cekcok-karena-parkir-mobil-di-pinggir-jalan-yuk-pahami-aturannya-KrgrLeathf.png Warga Cekcok Gara-Gara Parkir Mobil di Jalanan (dok Instagram)

SEBUAH video viral di media sosial menampakkan warga terlibat cekcok karena parkir mobil di jalan.

Melansir Instagram @merekamjakarta, tampak sejumlah warga yang protes kepada pemilik mobil SUV berwarna putih karena memarkir kendaraannya di pinggir jalan. Hal ini membuat pengemudi lainnya kesulitan saat lewat.

Alih-alih meminta maaf, pemilik rumah tersebut justru malah berkelit dan tidak mau memindahkan kendaraannya.

Keributan pun terjadi seperti terlihat dalam video tersebut.

“Pak beresin dong (parkir mobil) semua orang komplain, gimana sih,” ucap salah satu warga dalam video tersebut.

“Iya tuh parkirnya susah,” jawab perekam video itu.

infografis

Adanya peristiwa ini, sebagai pemilik mobil sebaiknya memahami lagi aturan parkir kendaraan di perumahan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Okezone, aturan umum perparkiran sudah tertuang dalam Pasal 275 ayat 1 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ).

Tak hanya UU LLAJ, diatur juga oleh Pasal 38 Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan (PP Jalan), yang berbunyi: "Setiap orang dilarang memanfaatkan ruang manfaat jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34, Pasal 35, Pasal 36, dan Pasal 37 yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan."

Menurut PP Jalan, yang dimaksud dengan “terganggunya fungsi jalan” adalah berkurangnya kapasitas jalan dan kecepatan lalu lintas antara lain menumpuk barang/benda/material di bahu jalan, berjualan di badan jalan, parkir, dan berhenti untuk keperluan lain selain kendaraan dalam keadaan darurat.

Khusus di Jakarta, aturan tentang perparkiran juga tertuang dalam Pasal 140 Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2012 tentang Perparkiran (Perda DKI Jakarta 5/2012), yang berbunyi:

(1) Setiap orang atau badan usaha pemilik kendaraan bermotor wajib memiliki atau menguasai garasi. (2) Setiap orang atau badan usaha pemilik kendaraan bermotor dilarang menyimpan kendaraan bermotor di ruang milik jalan. (3) Setiap orang atau badan usaha yang akan membeli kendaraan bermotor wajib memiliki atau menguasai garasi untuk menyimpan kendaraannya yang dibuktikan dengan surat bukti kepemilikan garasi dari kelurahan setempat. (4) Surat bukti kepemilikan garasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) menjadi syarat penerbitan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor. (5) Ketentuan lebih lanjut mengenai kepemilikan kendaraan bermotor diatur dengan peraturan gubernur.

Sedangkan untuk sanksinya, sudah ditentukan juga dalam UU LLAJ, tepatnya Pasal 275 ayat (1), yang berbunyi: "Setiap orang yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan gangguan pada fungsi Rambu Lalu Lintas, Marka Jalan, Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas, fasilitas Pejalan Kaki, dan alat pengaman Pengguna Jalan, dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp 250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah)."

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini