Share

Belajar dari Kecelakaan Maut Bus di Ciamis, Ini yang Harus Dilakukan Penumpang

Kurniawati Hasjanah, Jurnalis · Senin 23 Mei 2022 15:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 23 52 2598644 belajar-dari-kecelakaan-maut-bus-di-ciamis-ini-yang-harus-dilakukan-penumpang-9UUK4kFaIY.jpg Kecelakaan Bus di Ciamis (dok iNews/Acep Muslim)

KECELAKAAN maut kembali terjadi. Kali ini kecelakaan bus yang membawa peziarah menabrak mobil hingga rumah di Ciamis, Jawa Barat pada Sabtu sore (21/5/2022).

Bus itu berangkat dari Situ Panjalu dan mengambil rute ke arah Panumbangan untuk pulang.

Namun ketika berada di TKP, Kecamatan Panumbangan, diduga mengalami masalah teknis pada sistem pengeraman.

Akibatnya, bus tidak bisa dikendalikan dan menabrak minibus, motor, dan rumah di sekitar lokasi kejadian.

infografis

Salah seorang penumpang bus itu, Hayati, mengalami luka pada bagian kaki akibat kecelakaan tersebut. Menurut dia, bus yang membawa rombongan asal Balaraja, Banten, itu awalnya berangkat ke Cirebon untuk berziarah ke makam Sunan Gunung Jati, pada Jumat (20/5/2022) malam.

Setelah dari Cirebon, bus kemudian ke Situ Lengkong Panjalu, Kabupaten Ciamis.

Pada Sabtu sore, rombongan berniat berangkat menuju Pamijahan, Tasikmalaya, melanjutkan ziarah. Namun saat beberapa kilometer dari Panjalu bus mengalami kecelakaan.

Dugaan sementara, kecelakaan lalu lintas yang menewaskan empat orang tersebut akibat bus mengalami rem blong saat melaju di jalan menurun Dusun Paripurna, Desa Payungsari, Kecamatan Panambungan, Ciamis.

Belajar dari kecelakaan maut bus di Ciamis, lantas apa saja yang harus dilakukan penumpang saat menghadapinya?

Berdasarkan informasi yang dirangkum Okezone, penumpang disarankan untuk tetap siaga setiap saat.

Selain itu, penumpang sebaiknya memperhatikan cara dan gaya mengemudi (sopir bus). Jika dirasakan arogan, jangan ragu ambil keputusan berhenti.

Kemudian, penumpang bus juga perlu menanyakan dan memastikan bahwa ada pengemudi serep untuk perjalanan jarak jauh. Hal ini demi mengantisipasi jika sopir bus utama kelelahan.

Lalu,  penumpang harus menggunakan safety belt. Penggunaan safety belt pada penumpang bus seringkali dianggap sebelah mata. Padahal, jika tidak menggunakan safety belt dan bus terguling seperti masuk jurang, penumpang akan terlempar sana-sini yang bisa berujung cedera bahkan kematian.

Untuk itu, penumpang harus memastikan bus yang dinaiki mempunyai safety belt di semua kursi penumpang.

Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 29 Tahun 2015, tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 98 Tahun 2013 tentang Standar Pelayanan Minimal Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum dalam Trayek, disebutkan setiap kendaraan yang diproduksi wajib memasang sabuk pengaman.

Aturan ini memiliki tenggang waktu 3 tahun, sehingga sejak 2018, karoseri bus wajib memasang perangkat sabuk pengaman.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini