Share

Kenapa Bus dan Truk Sering Alami Rem Blong? Begini Jawabannya

Ahmad Haidir, Jurnalis · Rabu 25 Mei 2022 07:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 24 52 2599509 kenapa-bus-dan-truk-sering-alami-rem-blong-begini-jawabannya-yh2TH9etrn.jpg Kecelakaan Bus di Ciamis (dok iNews/Acep Muslim)

KECELAKAAN yang melibatkan kendaraan besar seperti bus ataupun truk cukup sering terjadi.

Seringkali penyebab dari peristiwa tragis itu biasanya berkaitan dengan rem blong.ย 

Lantas kenapa bus dan truk sering mengalami rem blong? Dirangkum MNC Portal Indonesia, berikut ulasannya:

1. Kampas Rem Terlalu Panas

Achmad Wildan selaku Senior Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyebutkan, situasi rem blong atau brake fade biasanya sering terjadi karena kampas rem berada dalam kondisi terlalu panas sehingga saat menempel ke tromol atau menjepit cakram, yang terjadi adalah koefisien gesek nol (0) seperti kaca dimana pengemudi yang mengoperasikan pedal rem tidak akan mendapatkan deselerasi.

infografis

โ€œYang terjadi adalah kendaraan nyelonong terus,โ€ ungkap Wildan dalam satu sesi webinar mengenai rem blong, dikutip oleh MNC Portal Indonesia.

Untuk mencegah situasi tersebut, sebaiknya hindari pemakaian sistem rem secara terus menerus pada jalan menurun. Disarankan untuk memakai rem mesin (engine brake) atau rem tambahan yang ada pada bus dan truk seperti rem gas buang dan retarder supaya kampas rem tidak memanas.

2. Kelebihan Muatan

Bus ataupun truk yang mengangkut barang dan atau manusia dalam jumlah terlalu besar juga dapat menjadi alasan rem blong. Hal ini karena muatan kendaraan yang terlalu berat sehingga energi kinetik yang dihasilkan ketika truk melaju cukup besar.

Rem pun harus bekerja lebih keras untuk mengkonversikan energi kinetik tersebut menjadi panas, dan ketika rem sudah tidak mampu mengkonversi energi panas, terjadilah keadaan dimana rem menjadi blong.

Setiap kendaraan tentu memiliki kapasitas muatan maksimalnya, dan seringkali bus ataupun truck mengalami kondisi yang disebut dengan over dimension over load (ODOL) yang tidak hanya dapat mempengaruhi kinerja rem, tetapi juga membuat kemudi menjadi lebih sulit untuk dikendalikan saat kendaraan mulai kehilangan keseimbangan.

3. Kurangnya Perawatan

Kegagalan fungsi sistem rem secara mendadak tentu dapat mengancam keselamatan diri sendiri dan orang lain. Hal ini membuat sistem rem wajib diperiksa setiap hari dan tidak boleh dianggap sepele.

Salah satu bentuk perawatan yang tidak boleh dipandang sebelah mata adalah penggunaan suku cadang yang tidak sesuai anjuran. Disarankan para pemilik kendaraan besar menggunakan onderdil yang orisinal dari pabrikannya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini