Share

Pemotor Asik Boncengan Tidak Pakai Helm dan Masuk Jalan Tol, Begini Sederet Sanksinya

Kurniawati Hasjanah, Jurnalis · Senin 13 Juni 2022 10:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 13 53 2610400 pemotor-asik-boncengan-tidak-pakai-helm-dan-masuk-jalan-tol-begini-sederet-sanksinya-IrRn7TQQpb.png Pemotor Tak Pakai Helm Lalu Masuk Jalan Tol (dok Instagram)

VIRAL pemotor yang asik boncengan tidak menggunakan helm lalu nekat masuk jalan tol.

Melansir video akun Instagram @terang_media, tampak dua pengendara motor yang saling berboncengan melalui jalan tol.

Kedua laki-laki yang mengenakan kaus abu-abu dan hitam tersebut tampak mengendarai sepeda motornya dengan tidak mengenakan helm.

infografis

Selain itu, si pembonceng tampak sedang memegang handphone-nya seperti sedang merekam momen mereka yang sedang melewati jalan tol.

Tampak beberapa kendaraan seperti mobil dan truk yang sedang melewati jalan tol yang diduga merupakan Jalan Tol Bandara Soetta.

"Diduga belum tahu, pengendara sepeda motor ini memasuki Jalan Tol Bandara Soetta, di Kawasan Serpong, Kota Tangerang," tulis pengunggah video.

Berkaca dari peristiwa ini, lantas apa saja sanksi yang dikenakan pemotor tersebut?

Sanksi Tak Pakai Helm

Berdasarkan UU No.22 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yang menyebut bagi pengendara yang tidak sesuai aturan atau melanggar bisa kena denda hingga dipenjara.

Lebih jelas pasal 291 ayat 2 berbunyi sebagai berikut.

"Setiap pengemudi yang membiarkan penumpangnya yang tidak memakai helm sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (8), dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250 ribu."

infografis

Melihat aturan tersebut sudah jelas bahwa tak cuma pengemudi saja yang diwajibkan menggunakan helm saat berkendara.

Tapi penting juga bagi penumpangnya.

Tak hanya itu saja, aturan pemakaian helm sesuai standar yang ditetapkan juga tertuang dalam Undang-Undang.

Dalam pasal 291 ayat 2 itu tertulis "Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (8)".

Pasal tersebut menyinggung baik pengendara maupun penumpang wajib memakai helm berstandar.

Perlu diketahui, bunyi pasal 106 ayat 8 adalah "Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor dan Penumpang Sepeda Motor wajib mengenakan helm yang memenuhi standar nasional Indonesia."

Bahkan jika terkena tilang, pengendara itu bisa dikenakan pasal berlapis karena melawan arus.

Pelanggar lalu lintas melawan arus akan dikenakan sanksi sesuai Pasal 287 ayat 1 Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Menurut pasal tersebut, pelanggar lalu lintas yang melawan arus bisa dikenakan sanksi pidana kurungan atau denda.

"Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang melanggar aturan perintah atau larangan yang dinyatakan dengan Rambu Lalu Lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf a atau Marka Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf b dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah)," bunyi pasal tersebut.

Sanksi Masuk Jalan Tol

Setiap pengendara motor yang melintasi jalan tol akan dikenakan sanksi seusai pasal 287 ayat 1 UU No. 2 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Pada pasal itu tertulis setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang melanggar aturan perintah atau larangan dengan rambu lalu lintas dapat dipidana kurungan maksimal dua bulan atau denda maksimal Rp500 ribu.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini