Share

Pemotor Tak Pakai Helm Lalu Tersangkut Mobil Boks, Cek Aturan Menyalip yang Benar!

Kurniawati Hasjanah, Jurnalis · Rabu 15 Juni 2022 08:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 15 52 2611706 pemotor-tak-pakai-helm-lalu-tersangkut-mobil-boks-cek-aturan-menyalip-yang-benar-pndyxGg4xM.png Pemotor Tak Pakai Helm Lalu Tersangkut Mobil Boks saat Nyalip (dok Instagram @undercover.id)

VIRAL pengendara NMAX yang tersangkut mobil boks saat nyalip di jalanan sempit.

Momen viral itu dibagikan oleh akun Instagram @undercover.id, pada Minggu 12 Juni 2022 lalu.

Dalam video itu terlihat pengendara NMAX itu menerobos jalan dengan mengambil jalur yang seharusnya untuk kendaraan dari arah sebaliknya.

Sebuah mobil boks pun datang dan hendak melewati pengendara NMAX tersebut.

infografis

Sang pengendara NMAX sempat mengarahkan motornya agar mobil boks bisa melewatinya.

Tetapi karena jalan terlalu sempit, pengendara NMAX itu sempat tersangkut di antara mobil dan mobil boks.

Tidak terima, pengendara NMAX itu terlihat berbicara pada sang supir sambil mengadahkan kepalanya.

"Yang nyerobot yang nggak terima...," tulis @undercover.id.

Berkaca dari peristiwa ini, sebaiknya pengendara memahami aturan menyalip yang benar.

Aturan menyalip itu sebenarnya telah diatur di UU No. 22 tahun 2009. Jika memang ada pengendara yang ingin mendahului kendaraan lain diperbolehkan, tapi harus memperhatikan berbagai aspek.

Mendahului kendaraan di sebelah kanan juga diperbolehkan saat sepeda motor, kendaraan bermotor yang kecepatannya lebih rendah, mobil barang, dan kendaraan tidak bermotor berada pada lajur kiri jalan.

motor nyalip

Berikut isi Undang-undang No. 22 tahun Paragraf 3 mengenai Jalur dan Lajur Berlalu Lintas yang bisa dipahami:

Pasal 108

(1) Dalam berlalu lintas Pengguna Jalan harus menggunakan jalur Jalan sebelah kiri.

(2) Penggunaan jalur Jalan sebelah kanan hanya dapat dilakukan jika: a. Pengemudi bermaksud akan melewati Kendaraan di depannya; atau b. diperintahkan oleh petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk digunakan sementara sebagai jalur kiri.

(3) Sepeda Motor, Kendaraan Bermotor yang kecepatannya lebih rendah, mobil barang, dan Kendaraan Tidak Bermotor berada pada lajur kiri Jalan.

(4) Penggunaan lajur sebelah kanan hanya diperuntukkan bagi Kendaraan dengan kecepatan lebih tinggi, akan membelok kanan, mengubah arah, atau mendahului Kendaraan lain.

Pasal 109

(1) Pengemudi Kendaraan Bermotor yang akan melewati Kendaraan lain harus menggunakan lajur atau jalur Jalan sebelah kanan dari Kendaraan yang akan dilewati, mempunyai jarak pandang yang bebas, dan tersedia ruang yang cukup.

(2) Dalam keadaan tertentu, Pengemudi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat menggunakan lajur Jalan sebelah kiri dengan tetap memperhatikan Keamanan dan Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

(3) Jika Kendaraan yang akan dilewati telah memberi isyarat akan menggunakan lajur atau jalur jalan sebelah kanan, Pengemudi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilarang melewati Kendaraan tersebut.

Pasal 110

(1) Pengemudi yang berpapasan dengan Kendaraan lain dari arah berlawanan pada jalan dua arah yang tidak dipisahkan secara jelas wajib memberikan ruang gerak yang cukup di sebelah kanan Kendaraan.

(2) Pengemudi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) jika terhalang oleh suatu rintangan atau Pengguna Jalan lain di depannya wajib mendahulukan Kendaraan yang datang dari arah berlawanan.

Pasal 111

Pada jalan yang menanjak atau menurun yang tidak memungkinkan bagi Kendaraan untuk saling berpapasan, Pengemudi Kendaraan yang arahnya menurun wajib memberi kesempatan jalan kepada Kendaraan yang mendaki.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini