Share

Viral Pengendara Ribut dengan Petugas SPBU Diduga Salah Isi BBM, Ini Faktanya

Kurniawati Hasjanah, Jurnalis · Senin 20 Juni 2022 09:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 20 52 2614477 viral-pengendara-ribut-dengan-petugas-spbu-diduga-salah-isi-bbm-ini-faktanya-0yFbyzJN6J.png Pengendara ribut dengan petugas SPBU diduga salah isi BBM (dok Instagram @kabarbintaro)

VIRAL sebuah video di media sosial memperlihatkan keributan antara pengendara dengan petugas SPBU sektor 9 Bintaro, Tangerang Selatan.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @kabarbintaro, tampak konsumen marah-marah dengan mengajak seorang petugas SPBU untuk berkelahi.

Para petugas SPBU yang lain kemudian melerai dengan menghalangi konsumen tersebut untuk melakukan pukulan, sehingga perkelahian tidak terjadi.

Diduga penyebabnya petugas SPBU yang salah mengisi BBM ke tangki bensin pengendara berkacamata tersebut.

infografis

Meski demikian disebut petugas SPBU mau bertanggung jawab dengan menguras tangki mobil.

Pengendara disebut menolak dan meminta petugas SPBU sekaligus membetulkan mesin mobil yang salah isi BBM.

"Menurut informasi yang didapatkan keributan yang terjadi antara petugas spbu dengan customer dipicu oleh kesalahan pengisian bahan bakar, yang mana customer minta A dan petugas memasukan bahan bakar B," demikian keterangan postingannya.

Lantas bagaimana fakta sebenarnya? Dirangkum Okezone.com, keributan terjadi bukan karena salah pengisian bahan bakar yang dilakukan oleh petugas.

Tetapi lantaran salah paham akibat bukti transaksi atau struk pengisian bahan bakar yang menunjukkan jenis bahan bakar yang berbeda.

Awal keributan tersebut bermula karena ketika mobil konsumen diminta untuk diisikan bahan bakar jenis Pertamax.

Setelah dilakukan pengisian, konsumen meminta struk kepada petugas, tetapi di dalam struk tertera jika mobil konsumen ternyata diisi dengan Pertamax Turbo.

Peristiwa tersebut akhirnya membuat salah paham antara konsumen dengan petugas SPBU sehingga menibulkan keributan.

Beruntung, pihak SPBU kemudian dapat membuktikan jika bahan bakar yang diisikan pada mobil konsumen benar Pertamax.

Setelah berhasil dibuktikan bahwa pengisian bahan bakar telah sesuai, akhirnya kesalahpahaman tersebut dapat berakhir dengan damai.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini