Share

Hati-Hati Salah Isi BBM di SPBU, Ini Sederet Dampaknya pada Mesin Kendaraan

Kurniawati Hasjanah, Jurnalis · Senin 20 Juni 2022 11:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 20 52 2614480 hati-hati-salah-isi-bbm-di-spbu-ini-sederet-dampaknya-pada-mesin-kendaraan-cZ9zMCM5T2.jpeg Pengendara ribut dengan petugas SPBU diduga salah isi BBM (dok Instagram @kabarbintaro)

BEBERAPA waktu lalu viral sebuah video pengendara cekcok dengan petugas SPBU sektor 9 Bintaro, Tangerang Selatan.

Cekcok itu terjadi diduga karena salah isi BBM di SPBU tersebut.

Namun, ternyata hal tersebut hanya salah paham antara konsumen dengan petugas SPBU sehingga menibulkan keributan.

infografis

Beruntung, pihak SPBU kemudian dapat membuktikan jika bahan bakar yang diisikan pada mobil konsumen benar Pertamax.

Meski demikian, sebagai pengendara sebaiknya mengetahui dampak salah isi BBM pada mesin kendaraan agar lebih hati-hati.

Melansir Auto2000, meski sama-sama merupakan bahan bakar namun ada sejumlah perbedaan. Misalnya kamu mengendarai mobil dengan mesin bensin namun tak sengaja mengisi dengan bahan bakar solar. Alhasil mobil akan terasa sulit dihidupkan sebab solar membutuhkan kompresi tinggi untuk memicu ledakan di ruang bakar.

Selain itu, tekanan pompa bensin yang lebih rendah ketimbang mesin diesel serta suhu percikan api busi yang tidak sesuai titik nyala solar belum cukup untuk memicu ledakan.

Untuk itu, mesin bensin yang diisi dengan solar bakal sulit dihidupkan. Kalaupun bisa, umumnya karena masih tersisa bensin di tangki BBM mobil.

Perlu diingat, mesin diesel membutuhkan bahan bakar yang dapat terbakar sendiri karena hanya mengandalkan kompresi mesin yang tinggi. Sementara itu, bahan bakar untuk mesin bensin membutuhkan busi untuk membakarnya.

Hal yang sama juga terjadi jika mesin mobil diesel diisi dengan bahan bakar bensin. Alhasil, dapur pacu diesel dapat dinyalakan lantaran kompresi mesin dan suhu yang tinggi di dalam ruang bakar sanggup membakar bensin.

Masalah ini dapat timbul karena pembakaran tidak dapat diatur sesuai kebutuhan mesin sehingga mengakibatkannya kehilangan tenaga, knocking alias ngelitik, serta membuat komponen mesin rusak bahkan jebol dan berujung harus turun mesin.

Lalu, mesin diesel juga membutuhkan bahan bakar yang berfungsi sebagai pelumas komponen seperti pompa bahan bakar dan senyawa kimia, hal itu hanya ada di solar saja.

Berbeda dengan bensin tidak memiliki unsur pelumas, alhasil dapat membuat spare parts yang membutuhkan lubrikasi dapat rusak ketika bekerja dalam suhu dan tekanan yang tinggi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini