Share

Bus Seruduk Belasan Kendaraan di Tabanan, Begini Cara Cegah Rem Blong

Tim Okezone, Jurnalis · Selasa 21 Juni 2022 00:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 20 52 2614498 bus-seruduk-belasan-kendaraan-di-tabanan-begini-cara-cegah-rem-blong-mHVAjY9aAH.jpg Bus seruduk belasan kendaraan di Tabanan (dok iNews/ist)

TABRAKAN beruntun kembali terjadi. Kali ini dialami bus pariwisata yang menyeruduk belasan kendaraan di Jalan Raya Singaraja-Denpasar km 48,9, Desa Baturiti, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, Sabtu 18 Juni 2022 lalu, sekitar pukul 12.30 Wita.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan berawal ketika bus itu zig-zag dari arah Nedugul menuju Denpasar.

Bus berkelir oranye itu melaju di jalan turunan dan menabrak mobil dan motor.

Hasil pemeriksaan awal dari saksi dan sopir, kuat diduga bus mengalami rem blong.

infografis

Meski demikian, pihak tim TAA (Traffic Accident Analisys) Ditlantas Polda Bali masih melakukan penyelidikan.

Berkaca dari insiden ini, sebaiknya pengendara maupun pemilik mobil mengetahui cara mencegah rem blong.

Investigator Senior Komisi Nasional Keselamatan transportasi (KNKT), Ahmad Wildan memaparkan, terdapat sejumlah cara agar sistem pengereman pada bus atau truk bisa selalu terjaga.

"Pertama, pastikan muatanya sesuai dengan kemampuan kendaraan," kata Wildan dikutip dari ANTARA.

Hal ini perlu dipastikan karena jika kendaraan mengangkut beban yang melebihi spesifikasinya maka hal itu akan membuat kerja sistem pengereman jadi lebih berat. Jika hal ini terjadi, maka kemungkinan sistem pengereman mengalami persoalan akan semakin besar.

Kedua, ia sangat menyarankan agar pengemudi bisa melakukan deselerasi dengan beberapa sistem yang terdapat pada bus atau truk.

Selain rem utama, bus atau truk biasanya juga dilengkapi dengan exhaust brake dan retarder. Selain itu, pengemudi juga bisa melakukan deselerasi dengan engine brake.

Lewat beragam opsi itu, pengemudi bisa memilih mana cara yang paling pas untuk mengurangi laju kendaraan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan. Hal ini dianggap bisa meningkatkan keselamatan karena beban kerja rem utama bisa dikurangi.

Selanjutnya, ia menyarankan agar pengemudi rutin memeriksa saluran sitem pengereman. Selain memeriksa kondisi fisik dari sistem pengereman, pengemudi bisa memastikan kondisi sistem pengereman dengan memperhatikan indikator tekanan udara yang terdapat pada dashboard.

Selain itu, ia juga menyarankan agar pengemudi berhati-hati saat melakukan modifikasi.

"Berdasar temuan kami, terdapat beberapa pengemudi yang melakukan modifikasi dengan mengorbankan aspek keselamatan," ujarnya.

Salah satu modifikasi yang sempat ditemukan oleh KNKT adalah modifikasi pada bagian klakson. Beberapa pengemudi ada yang melakukan modifikasi pada bagian klakson yang menggunakan udara. Tapi, lanjutnya, sumber udara pada klakson itu disatukan dengan sumber udara pada sistem pengereman.

Padahal, seharusnya klakson tersebut menggunakan tangki tersendiri sehingga kebutuhan udara untuk sistem pengereman selalu terjaga.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini