Share

2 Bus Adu Banteng hingga Ringsek, Yuk Belajar Lagi Arti Garis di Jalan Sebelum Menyalip

Tim Okezone, Jurnalis · Selasa 21 Juni 2022 11:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 21 52 2615201 2-bus-adu-banteng-hingga-ringsek-yuk-belajar-lagi-arti-garis-di-jalan-sebelum-menyalip-7cFflvcdiT.png Bus Adu Banteng di Jalur Lintas Sumatera (dok Instagram @kabarnegri)

VIRAL video memperlihatkan kecelakaan yang melibatkan dua bus di Desa Asam Jawa, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara (Sumut).

Kecelakaan itu terjadi pada Senin 20 Juni 2022, pukul 03.00 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun MNC Portal, insiden bermula saat bus PMS datang dari arah Medan menuju Kerinci, Jambi.

Kemudian, bus PMH datang dari arah Riau menuju Kota Medan. Diduga kuat bus PMS masuk ke jalur yang dilewati bus PMH.

Akibatnya, adu banteng tidak bisa dihindari sampai bagian depan kedua bus ringsek parah.

Melansir laman Instagram @kabarnegri, tampak video yang memperlihatkan kondisi bus setelah kecelakaan.

dua bus adu banteng

dok. Instagram @kabarnegri

 BACA JUGA:2 Bus Adu Banteng di Jalur Lintas Sumatra, Yuk Pahami Bahaya Menyalip di Marka Garis Tidak Putus

BACA JUGA:Presiden Jokowi Ulang Tahun, Intip Motor Kawasaki W175 Custom Neo Cafe Racer Miliknya

Selain itu, terlihat jalanan yang dilewati adalah dua jalur denga marka jalan garis tidak putus.

Tentu adanya marka tersebut artinya kendaraan tidak boleh melewatinya atau menyalip kendaraan lain.

Berkaca dari insiden ini, penting pengendara memahami arti garis di jalan sebelum menyalip.

Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 43 Tahun 2014 Tentang Marka Jalan, garis jalan rupanya memiliki beberapa arti sesuai bentuk lho.

Berikut arti markah jalan serta garis jalan dari fungsi dan bentuknya yang kerap kita temui namun sering kali diabaikan:

Garus Utuh

Markah garis utuh (tidak putus-putus) berwarna putih berfungsi melarang pengemudi melintasi garis tersebut. Itu berarti pengemudi dituntut tetap berada di bagian jalan dan tidak diizinkan menyalip kendaraan lain.

Fungsi garis ini sangat penting, terutama di daerah yang rawan kecelakaan, misalnya di tikungan. Penting buat dipahami, tidak mengerti lantas melanggar garis utuh di tikungan bisa membahayakan orang lain.

Garis utuh berada di tengah jalan sebagai pembatas antara jalur kiri dan kanan yang berlawanan arah. Selain itu garis utuh juga berfungsi sebagai pembatas dan peringatan tanda tepi jalur lalu lintas.

Garis Putus-Putus

Garis putus-putus biasanya juga berada di tengah jalan dan berfungsi memisahkan jalur berlawanan arah jalan. Namun garis putus-putus punya arti yang berbeda, yaitu pengemudi diperbolehkan melintasinya, misalnya buat mendahului kendaraan lain.

Garis putus-putus juga biasanya diletakkan pada jalan tanpa titik buta seperti jalur lurus. Perlu dipahami menyalip kendaraan harus melalui pertimbangan matang dengan mengamati area sekitar, khususnya objek dari arah berlawanan.

Garis Ganda Putus-Putus dan Utuh

Untuk markah ini pengertiannya yaitu jika pengemudi berada pada sisi garis putus-putus artinya dapat melintas atau berpindah jalur seperti menyalip kendaraan. Sebaliknya, jika kita berada di sisi garis utuh tidak diperkenankan melewati garis.

Garis ganda juga ada yang utuh. Ini dimaksudkan agar pengguna lalu lintas yang berada pada kedua sisinya dilarang melintasi garis ganda tersebut.

Kotak Kuning (Yellow Box)

Markah jalan berwarna kuning ini biasanya berada di persimpangan jalan. Fungsinya bermaksud agar persimpangan tidak dijadikan tempat berhenti kendaraan misalnya saat mengantre di lampu merah.

Yelow Box atau biasa dikenal juga dengan sebutan Yellow Box Junction (YBJ) dibuat untuk memudahkan akses keluar masuk kendaraan di berbagai persimpangan sehingga 'tidak terkunci' saat jalan sedang padat.

Di dalam Peraturan Menteri Perhubungan No 43 Pasal 4 dijelaskan arti warna markah jalan. Putih berarti pengguna harus mengikuti perintah dan larangan sesuai bentuknya dan kuning artinya pengguna jalan dilarang berhenti pada area tersebut.

Sedangkan merah berarti keperluan atau tanda khusus serta warna lain, hijau dan coklat, menyatakan daerah kepentingan khusus yang harus dilengkapi dengan rambu dan atau atau petunjuk yang dinyatakan dengan tegas.

Perlu diketahui lagi, sesuai Pasal 287 pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 menyebutkan setiap pelanggar markah jalan bisa dikenai sanksi pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500 ribu. (iNews Randi/Nia)

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini