Share

Bocah 2 Tahun Betot Gas Motor, Yuk Kepoin Bahaya Bonceng Anak Kecil di Jok Depan

Kurniawati Hasjanah, Jurnalis · Kamis 23 Juni 2022 11:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 23 53 2616558 bocah-2-tahun-betot-gas-motor-yuk-kepoin-bahaya-bonceng-anak-kecil-di-jok-depan-dK98RDD9A4.png Viral bocah 2 tahun geber motor matic (dok Instagram @dashcam_owners_indonesia)

VIRAL bocah dua tahun tak sengaja menekan gas motor matic. Beruntung, kejadian tersebut tak sampai mengalami kecelakaan fatal.

Melansir unggahan akun Instagram Dash Cam Owners Indonesia, terlihat bocah itu pegangan ke tuas gas motor saat dipakaikan sandal.

Mesin motor matik saat itu dalam kondisi nyala, hingga kemudian langsung melaju tak terkendali.

"Lebih berhati2 lagi apabila naik motor bersama anak kecil ditaruh didepan,, Keponakan saya umur 2thn,mau jalan naik motor bersama ayahny,,pada saat lagi d.pakein sendal malah tangannya pegangan gas," demikian keterangan postingan tersebut.

Tertulis kecelakaan itu terjadi di kawasan Condet, Jakarta Timur pada Selasa 21 Juni 2022.

motor

Berkaca dari peristiwa ini, yuk pahami bahaya bonceng anak kecil di jok depan motor.

Chief Instructor Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan, dalam norma sefety (keselamatan berkendara) tidak dibenarkan. Ini dapat membatasi ruang gerak pengendara.

"Pandangan pengendara bisa terhalang. Jika terjadi kecelakaan seperti tabrakan, dia (anak) bisa terlempar yang berakibat fatal cedera parah bahkan kematian," terangnya kepada MNC Portal Indonesia beberapa waktu lalu.

"Misal, jika kecepatan motor 80 km per jam, secara teori berdasarkan gaya kecepatan, dia akan terlempar dengan kecepatan sama saat motor terhenti akibat tabrakan. Bisa dibayangkan bagaimana dampaknya, bila sang anak ada di depan,"sambungnya.

Membonceng anak di depan secara tidak sadar seolah mereka jadi tameng orangtua. Selain itu, anak bisa sakit akibat hembusan angin, debu dan polusi.

Untuk itu, dia menyarankan untuk keselamatan berkendara posisi paling aman penumpang berada di belakang.

"Jika terjadi tabrakan masih tertahan atau terlindungi pengendara yang lebih siap mengantisipasi kecelakaan. Dampaknya juga tidak akan seburuk bila dibonceng di depan," ujarnya.

Berdasarkan Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, khususnya pasal 106, aturan hukum membonceng pada kendaraan sepeda motor adalah satu penumpang.

Mengacu dari aturan tersebut, Jusri memaparkan aturan pada sepeda motor tidak ditentukan dari ukuran dimensi, umur, sehingga sangat bias. Tetapi yang harus diperhatikan adalah norma-norma keselamatan. Sebab, keselamatan harus diprioritaskan.

Dia menjelaskan bila anak kecil kedua kakinya belum bisa menempel dipijakan motor (sadel), sebenarnya idak diperkanankan dibonceng karena berbahaya.

"Jika terjadi kecelakaan orangtua yang bisa dipenjara. Mereka bisa kena tuduhan kelalaian," ujar Jusri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini