Share

Terungkap Langgengnya Usaha PO Bus Wajib Tembus 10 Tahun Beroperasi, Gagal Pilihannya Bangkrut

Melati Septyana Pratiwi, Jurnalis · Sabtu 23 Juli 2022 06:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 22 52 2634177 terungkap-langgengnya-usaha-po-bus-wajib-tembus-10-tahun-beroperasi-gagal-pilihannya-bangkrut-71eW9j3ptt.jpg Ilustrasi bus (freepik)

PERUSAHAAN otobus (PO) di Indonesia berkembang seiring dengan meningkatnya kebutuhan transportasi.

Namun, tak semua mampu bertahan hingga puluhan tahun. Rian Mahendra, direktur operasional PO Haryanto mengungkapkan, jika perusahaan otobus sudah menembus usia 10 tahun bisa dikatakan luar biasa, bahkan ajaib.

"Perusahaan bus, patokannya 1 dekade, lolos dari satu dekade itu ibaratnya saringan, sudah seleksi alam, gerbangnya di 1 dekade," ujar Rian, saat siaran live dikutip dari kanal YouTube Mringsang Mn.

infografis

Rian menjelaskan sekali perusahaan bus merosot dalam jangka waktu 10 tahun, ke depannya akan terus jatuh hingga menghilang. Kecuali, perusahaan tersebut mampu bertahan dan semakin berkembang.

"Kalau dia berkembang atau bertahan enggak tahu sampai sejauh mana. Jadi kalau perusahaan bus itu tembus, lolos dan namanya masih ada sampai 10 tahun itu sudah luar biasa," katanya.

Menurut Rian, hingga saat ini belum ada sejarah tercatat perusahaan bus bangkrut kemudian muncul kembali.

"Bus itu erat dengan ikatan hati emosional antara penumpang dengan perusahaan, ikatan hatinya erat banget. Kalau renggang enggak ada lem bisa nyatuin lagi," ujar Rian.

Adapun para pemilik perusahaan bus yang bangkrut akan memilih cara tertentu jika ingin tetap berkarier di bidang transportasi, khusunya armada bus. Bagaimana caranya?

"Selama ini kalau udah ada PO mengalami penurunan, dia nutup terus ganti nama, itu baru bisa. Karyawan lama dibuang semua 100 persen, ganti total, baru bisa ada kemungkinan (bangkit)," katanya.

Diketahui, ada beberapa perusahaan bus yang sanggup bertahan hingga puluhan tahun, bahkan dilanjutkan generasi berikutnya. Antara lain Pahala Kencana, Rosalia Indah, Lorena-Karina, Perusahaan Motor Transport Ondernemer Hasan (PMTOH), NPM, Sumber Alam dan lainnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini