Share

Warga Banyak Berburu Motor Bekas, Apa Penyebabnya?

Ravie Wardani, MNC Portal · Selasa 26 Juli 2022 11:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 26 53 2636278 warga-banyak-berburu-motor-bekas-apa-penyebabnya-j2XbIzySSr.jpg Ilustrasi sepeda motor (freepik)

KRISIS chip semikonduktor berimbas pada terhambatnya produksi kendaraan roda dua. Akibatnya, pesanan konsumen tidak dapat dipenuhi tepat waktu hingga menyebabkan inden panjang.

Banyak konsumen yang tidak sabar kendatangan motor baru pesanannya beralih ke motor bekas (mokas). Bahkan, ada yang inden lebih dari 2 bulan.

 Motor yang paling banyak diburu adalah jenis skuter matic. Kendaraan bekas ini cepat habis seperti kacang goreng.

infografis

"Pasar mokas melaju kencang selepas Lebaran 2022, seiring normalisasi mobilitas masyarakat dan krisis stok motor baru. Saat ini, pasar motor matic benar-benar berkibar, mulai dari 110 cc hingga maxi scooter 150-160 cc," ujar Acoy, pemilik usaha motor bekas saat dihubungi iNews.id.

Dia mengungkapkan tingginya permintaan motor bekas tidak diimbangi pasokan. "Jumlah tarikan motor-motor baru juga sedikit dan harganya juga sangat sangat tinggi, bahkan mendekati harga baru," katanya.

Dia mencontohkan di balai lelang Otolink, harga PCX 160 bekas (tarikan baru) putus di Rp32 jutaan. Sekarang matic injeksi Honda terbang semua, mulai dari BeAT, Vario 110, Vario 125, Vario 150, dan PCX.

Hal senada disampaikan Arie Abimanyu, kepala marketing showroom motor bekas Antara Motor. Inden motor baru memberikan dampak positif untuk pasar motor bekas.

"Pengaruh banget, banyak konsumen dari motor baru lari ke motor bekas dan mereka rata-rata belinya cash," kata Arie kepada awak media belum lama ini.

Arie menyebut kebanyakan konsumen mencari motor matik seperti Honda Vario series, BeAT series, hingga Yamaha Aerox.

"Untuk situasi sekarang, dari setelah Lebaran mulai Mei, Juni, Juli 2022 itu memang penjualan motor bekas bagus karena efek motor baru yang masih inden," katanya lagi.

Tingginya peminat motor bekas berdampak terhadap harga jual yang kian melonjak.

"Betul, berpengaruh juga terhadap harga, ambil contoh Honda BeAT lansiran 2019 itu sebelumnya saya jual Rp12,8 juta, sekarang saya jual Rp14,3 juta untuk tipe dan tahun yang sama," ujar Arie.

"Enggak cuma BeAT, tipe lainnya juga harga naik sekitar Rp1 jutaan terutama untuk yang matik. sport sejauh ini stabil harganya," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini