Share

Heboh Warga Parkir Mobil Menutup Jalan, Yuk Pahami Aturan dan Sanksinya

Kurniawati Hasjanah, Jurnalis · Kamis 28 Juli 2022 11:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 28 52 2637607 heboh-warga-parkir-mobil-menutup-jalan-yuk-pahami-aturan-dan-sanksinya-Wfpkrldx7w.jpg Warga arogan parkir mobil sembarangan (dok Instagram @dashcam_owners_indonesia)

HEBOH video di media sosial memperlihatkan aksi arogan warga yang memarkir mobil sembarangan sampai menutup jalan.

Melalui akun Instagram @dashcam_owners_indonesia, tampak pengemudi mobil yang tidak bisa melintas mengabadikan mobil milik warga sekitar yang terparkir.

Tak hanya itu, pemgemudi mobil mengaku dirinya sempat menunggu selama beberapa menit.

Sayangnya, warga yang memarkir kendaraannya di jalan itu tidak mau membantu.

infografis

Lelaki yang menggunakan kaos merah itu justru meminta agar pengendara mobil itu mundur untuk mencari jalan lain.

"Terdampar ke Planet Bekasi, salah masuk "parkiran pribadi" si juragan tanah. 7 menit di sana, yg punya boro-boro turun buat mindahin mobil / bantu markirin, malah cuma ngeliatin doang dari atas takut mobilnya kebaret. Dan tetangganya (yg baju merah) malah nyuruh saya mundur cari jalan lain. Wow sekali!" demikian keterangan postingan tersebut.

Berkaca dari peristiwa ini, sebaiknya pengendara memahami aturan dan sanksi mobil parkir sembarangan di perumahan.

Sebenarnya aturan parkir kendaraan bermotor, khususnya kendaraan roda empat (mobil) sudah diatur dalam Undang-undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Melalui UU tersebut, parkir dimaknai dengan keadaan kendaraan berhenti atau tidak bergerak untuk beberapa saat dan ditinggalkan pengemudinya. Lebih jauh, sebagaimana pada Pasal 106 ayat (4) disebutkan bila setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib memenuhi beberapa ketentuan, termasuk berhenti dan parkir.

Bagi pengemudi yang melanggar aturan gerakan lalu lintas sebagaimana dalam Pasal 106 ayat (4) terkait tata cara berhenti dan parkir, maka akan dipidana kurungan paling lama satu bulan penjara dan denda maksimal Rp 250.000.

Tak hanya itu, aturan parkir di jalan juga diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan. Dalam Pasal 38 disebutkan bahwa setiap orang dilarang menggunakan ruang manfaat jalan yang dapat berakibat pada terganggunya fungsi jalan.

Ruang manfaat jalan dalam hal ini meliputi, badan jalan, saluran tepi jalan, dan ambang pengamannya. Selain itu, aturan yang sama juga dikuatkan dalam Pasal 38 PP Nomor 34/2006 tentang Jalan, yang berbunyi; โ€œSetiap orang dilarang memanfaatkan ruang manfaat jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34, Pasal 35, Pasal 36, dan Pasal 37 yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan.โ€

Maksud "terganggunya fungsi jalan" adalah berkurangnya kapasitas jalan dan kecepatan lalu lintas antara lain menumpuk barang/benda/material di bahu jalan, berjualan di badan jalan, parkir, dan berhenti untuk keperluan lain selain kendaraan dalam keadaan darurat.

Sedangkan khusus di DKI Jakarta, aturan parkir ini diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2014 tentang Transportasi.

Dalam Pasal 20, disebutkan bahwa warga atau badan usaha yang memiliki kendaraan bermotor wajib mempunyai atau menguasai garasi. Warga juga dilarang menyimpan kendaraan bermotor di ruang miliki jalan. Bahkan, warga yang akan membeli kendaraan harus membuktikan surat bukti kepemilikan garasi dari kelurahan setempat.

Meski demikian, di Kota Bekasi, sendiri memang sampai saat ini tak ada aturan resmi yang mengatur mengenai kepemilikan garasi bagi setiap warga yang memiliki kendaraan bermotor khususnya mobil.

Tetapi, mengacu pada tiga aturan di atas, pemilik dapat dikenakan sanksi hukum atas menyalahgunaan jalan umum sebagai tempat parkir yang tertuang dalam Pasal 275 ayat (1) UU LLAJ, yakni; "Setiap orang yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan gangguan pada fungsi Rambu Lalu Lintas, Marka Jalan, Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas, fasilitas Pejalan Kaki, dan alat pengaman Pengguna Jalan, dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp 250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah)."

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini