Share

Inflasi, Permintaan Mobil Baru Diperkirakan Bakal Merosot

Tangguh Yudha, MNC Portal · Rabu 10 Agustus 2022 10:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 09 52 2644489 inflasi-permintaan-mobil-baru-diperkirakan-bakal-merosot-HOBeDEVe4R.jpg Ilustrasi mobil (freepik)

SEJUMLAH produsen mobil mengaku mengalami penurunan permintaan di Pasar Eropa dan Amerika Utara karena adanya inflasi. Dikatakan bahwa konsumen kini cenderung menyimpan uang mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Meskipun beberapa merek kelas atas seperti Ferrari dan Mercedes-Benz tidak mengalami hal ini, namun penurunan terjadi pada segmen yang lebih besar. Penurunan permintaan mengakibatkan waktu tunggu pesanan (inden) menjadi lebih singkat dari biasanya.

"Pesanan mobil baru terus turun," kata CEO BMW, Oliver Zipse, seperti dikutip dari Automotive News Europe.

infografis

Para pabrikan yang terdampak inflasi pun saat ini terpaksa menaikan harga untuk melindungi margin mereka.

Tetapi nyatanya kenaikan tajam dalam inflasi di Amerika Utara dan Eropa dapat membuat lebih sulit untuk meneruskan kenaikan biaya.

"Permintaan turun. Tanda-tanda peringatan untuk Eropa dan Amerika Utara, lebih sedikit untuk wilayah China," kata Chief Financial Officer Volkswagen, Arno Antlitz pekan lalu.

Inflasi di Eropa dan AS telah melonjak dalam beberapa bulan terakhir dengan peringatan bank sentral bahwa puncaknya bisa terjadi beberapa bulan lagi. Apa yang diungkaokan oleh bank sentral kemudian menimbulkan sentimen konsumen dan bisnis anjlok.

Selama lima bulan pertama tahun 2022, pangsa pasar ritel Hyundai Motor Group AS menempati urutan ketiga, naik dari keenam tahun lalu, berdasarkan data registrasi kendaraan baru yang dikumpulkan oleh S&P Global Mobility.

Data dari dealer mobil online dan platform lelang menunjukkan penurunan permintaan sejak Maret tahun ini, kata Philip Nothard, direktur wawasan Eropa di Cox Automotive. "Konsumen saat ini sangat berhati-hati dalam membeli mobil," katanya.

Sebuah survei oleh institut Ifo yang berbasis di Munich yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan backlog pesanan pembuat mobil Jerman menyusut dan ekspektasi harga pada spiral ke bawah karena kekhawatiran tentang kekurangan gas dan berlanjutnya pelemahan dalam ekonomi China.

"Berat membeli mobil dengan anggaran rumah tangga adalah sesuatu yang akan kami hadapi," kata CEO Stellantis Carlos Tavares bulan lalu.

Untuk saat ini, pembuat mobil bermaksud untuk meneruskan kenaikan biayanya sendiri kepada konsumen, tetapi ini tidak bisa bertahan selamanya. "Ada batas kenaikan harga," kata Tavares.

Di AS, Ford sedang mempertimbangkan untuk mengembalikan diskon dan insentif yang dibatalkan tahun lalu di tengah kekhawatiran rantai pasokan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini