Share

Beda Spooring 3D dengan yang Biasa, Apa Saja Kelebihannya?

Syifa Fauziah, Okezone · Rabu 17 Agustus 2022 06:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 15 52 2648416 beda-spooring-3d-dengan-yang-biasa-apa-saja-kelebihannya-52h36XiuKf.jpg Ilustrasi ban mobil (Eyetyres)

PADA sebuah kendaraan, ban dianggap sebagai nyawa. Sebab ban menjadi faktor keselamatan dalam berkendara. Untuk itu saat bepergian kemanapun sebagainya perhatikan kondisi ban pada kendaraan terutama mobil.

Kondisi ban akan berpengaruh ketika Anda melewati jalan yag rusak. Untuk itu Anda perlu melakukan spooring. Spooring sendiri merupakan teknik meluruskan roda di bagian depan dan juga belakang.

 BACA JUGA:7 Mobil Presiden RI Tetap Melaju Meski Ban Bocor Terkena Ranjau, Intip Kecanggihannya

Spooring ada dua jenis, ada spooring 3D ada juga yang biasa. Lantas apa bedanya kedua spooring tersebut?

 Ilustrasi

Spooring 3D ini banyak dilakukan oleh pemilik kendaraan untuk mengatur sudut keselarasan roda menggunakan teknologi infra merah yang bisa membuat roda menjadi stabil.

 BACA JUGA:Tampil di GIIAS 2022, Head Unit Canggih Ini Bisa Bunuh Virus di Kabin Mobil

Keunggulan Spooring sendiri bisa meminimalisir posisi tidak presisi dan teknologi menggunakan infra merah itu membuat tingkat akurasinya lebih tinggi.

Cara kerjanya dengan menempelkan sensor infra merah ke roda kemudian dilakukan spooring menggunakan alat digital yang lebih canggih. Biasanya infra merah ini dihitung menggunakan menit bukan derajat sehingga tingkat presisinya lebih tinggi.

Sementara itu, spooring biasa hanya menggunakan mesin konvensional. Sebenarnya fungsinya sama saja dengan spooring 3D, yaitu menjaga kestabilan kendaraan, diantaranya kemudi menjadi ringan, menimbulkan gaya putar kembali setelah belok dan mencegah kendaraan belok sendiri saat kemudi dilepas, lalu mengurangi keausan pada bagian-bagian ball-joint dan roda.Namun tingkat keakuratannya tidak setinggi dengan spooring 3D.

Dalam prosesnya, spooring mencakup camber, caster, toe angle (toe-in atau toe-out), dan turning radius.

 

Biasanya dilakukan spooring ketika setir sudah terasa bergetar, mobil belok sendiri saat melaju lurus, setir terasa berat, hilang keseimbangan kendaraan, dan adanya goncangan saat membelokan kendaraan.

Itu dia perbedaan spooring 3D dan biasa. Semoga bermanfaat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini