Share

Suka Duka SPG di GIIAS 2022, Diminta Nomor Hp Hingga Diajak Ngedate

Dimas Choirul, MNC Media · Selasa 16 Agustus 2022 12:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 15 86 2648247 suka-duka-spg-di-giias-2022-diminta-nomor-hp-hingga-diajak-ngedate-md0HhkjRuL.jpeg Shieren SPG di GIIAS 2022 (dok MPI/Dimas)

MENJADI seorang sales promotion girl (SPG) di setiap ajang pameran mobil menjadi tantangan tersendiri. Betapa tidak, tak hanya berdiri berjam-jam sebagai pemanis, mereka juga harus menjaga diri dari rayuan gombal dari sejumlah konsumen yang datang.

Salah satunya Ajeng Kurnia (26). SPG yang berjaga di booth mobil truk pameran Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2022 itu mengaku pernah mengalami hal tersebut. Bahkan, ada yang langsung meminta nomor telepon.

"Kalau itu udah pasti. kadang minta nomor handphone," ucap Ajeng kepada wartawan MNC Portal, Senin (15/8/2022).

Ajeng menyadari aturan yang disepakati oleh perusahaan tempat ia bekerja tidak boleh memberikan identitas nomor telepon kepada customer.

infografis

Karena itu, ia sering kali mengakalinya dengan memberi nomor telepon palsu kepada customer.

"Bahkan sampai diajak jalan (ngedate) pernah lho. Tapi aku engga pernah mau. Toh aku juga ngasih nomor handphonenya palsu hehe," ucap wanita berambut pirang itu.

Menolong Ekonomi Keluarga Hingga Memperluas Relasi

Sudah sejak tahun 2016 Ajeng menjalani profesi ini. Baginya, menjadi seorang SPG adalah jalan hidupnya untuk menolong perekonomian keluarga.

Kepada MNC Portal, Ajeng sesumbar mendapatkan upah berkisar hingga Rp1 juta setiap kali berjaga dalam waktu 6 jam.

"Ya kalau ada event rame, lumayan lah. Kalau engga ada event ya kita nganggur di rumah," tukas perempuan yang tinggal di wilayah Depok ini.

Sementara itu, Shieren (21) mengatakan, dirinya telah menekuni dunia per-SPG-an ini sejak lulus Sekolah Menengah Atas (SMA), tepatnya pada tahun 2018. Awalnya, ia termotivasi hanya ingin menambah uang jajan.

"Setelah lulus, sempet kuliah, sambilan sambil nambah uang jajan. Dan sampai sekarang masih kuliah," ungkapnya.

Wanita asal Tangerang itu tak menyangka bahwa setelah menjalani profesi ini, banyak menambah relasinya. Terutama informasi seputar tawaran pekerjaan yang datang dari sejumlah perusahaan besar.

"Kita ada grupnya sih banyak. Jadi kalau ada yang nginfo ada job kita dishare abis itu kita apply," ujar Shieren.

Meski penghasilan yang didapat dari pekerjaan ini lumayan besar, namun, Shieren menyadari ada beberapa pihak yang sering mencibirnya.

"(Dukanya) sering direndahin gitu, misalnya kalau gini nih, lu itu kerjaan ga bener," lanjutnya.

Sejumlah cibiran tersebut tak membuat Shiren patah arang. Ia tetap menanggapinya dengan santai. "Ya padahal menurutku itu pandangan orang masing-masing sih ya," pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini