Share

Berkaca dari Kecelakaan Hermanto Dardak, Ini Tips Berkendara di Belakang Truk

Destriana Indria Pamungkas, MNC Portal · Selasa 23 Agustus 2022 12:25 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 23 87 2652729 berkaca-dari-kecelakaan-hermanto-dardak-ini-tips-berkendara-di-belakang-truk-2Hp1TWR88x.jpg Tips Kendaraan (Foto:Stanford Daily)

KECELAKAAN Hermanto Dardak, ini tips berkendara di belakang truk menarik untuk diulas. Baru-baru ini tersiar kabar duka atas meninggalnya Hermanto Dardark ayah dari Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak.

Hermanto Dardak meninggal dalam sebuah kecelakaan yang terjadi di Tol Pemalang-Batang, Jawa Tengah. Kala itu mobil Kijang Innova yang ditunggangi Hermanto menabrak bagian belakang truk Hino yang sedang melaju. Kejadian ini tentu menjadi sebuah pelajaran bagi semua pengendara untuk lebih berhati-hati.

Berkendaraan di mobil

Mengenai kecelakaan Hermanto Dardak, ini tips berkendara di belakang truk agar selamat saat di jalan:

1. Jaga Jarak Aman

Jangan mengikuti truk terlalu dekat karena mobil tidak terlihat oleh sopirnya. Jaga jarak aman membuat pengemudi mobil bisa mengantisipasi pergerakan truk, apabila bila truk tersebut mengerem mendadak.

Menjaga jarak aman bukan sekadar memberi ruang gerak bagi truk, namun juga membuat mobil mudah terlihat oleh sopir truk. Semakin dekat jarak mobil dengan truk, semakin sulit sopir truk mengawasi mobil lainnya.

2. Berikan Tanda atau Isyarat

Berikan tanda ketika mobil ingin mendahului truk, bisa dengan lampu dim atau klakson. Dengan cara itu memberikan sinyal kepada pengemudi truk dapat menyadari keberadaan mobil lainnya dan menjaga kewaspadaannya.

Demikian informasi mengenai Kecelakaan Hermanto Dardak, Ini Tips Berkendara di Belakang Truk. Semoga bermanfaat.

3. Berikan Ruang yang Cukup

Ketika ingin menyalip truk, pastikan ada ruang yang cukup antara truk tersebut dengan mobil di depannya. Kalau jaraknya terlalu dekat, Anda bakal memaksakan diri untuk masuk antara keduanya. Situasi ini akan membuat mobil berada di blind spot truk dan sangat berbahaya jika mobil di depan melakukan pengereman.

4. Tidak Terlalu Lama di Belakang Truk atau Bus

Cukup sulit bagi pengemudi baik yang sudah berpengalaman atau belum dalam mengemudi untuk terus berada di belakang kendaraan berukuran besar. Misalnya saja truk atau bus, oleh karena itu dibandingkan menjaga jarak aman berkendara lebih disarankan untuk menyalip.

5.Berpatokan pada Hitungan Detik

Cara paling mudah dilakukan adalah dengan menggunakan hitungan detik seperti yang sudah dijelaskan di awal. 3 detik menjadi jarak aman bagi kendaraan seperti mobil dan motor. Sedangkan kendaraan lebih besar seperti truk dan bus adalah 8 detik.

Pengemudi bisa memperkirakan tiga detik jarak dengan kendaraan di depan. Langkah ini jauh lebih mudah dibandingkan harus mengingat ukuran jarak aman dengan kecepatan. Sehingga jika kendaraan di depan berhenti mendadak, masih memiliki waktu untuk mengerem.

 (RIN)

 

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini