Share

Viral Mobil Berderet Parkir di Trotoar Bandung, Yuk Pahami Sanksinya

Kurniawati Hasjanah, Okezone · Kamis 25 Agustus 2022 11:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 25 52 2654094 viral-mobil-berderet-parkir-di-trotoar-bandung-yuk-pahami-sanksinya-QhVa355e5e.png Viral mobil parkir berderet di trotoar (dok Instagram)

VIRAL video di media sosial memperlihatkan beberapa mobil berderet parkir di trotoar.

Beberapa mobil yang parkir itu rata-rata berpelat nomor 'D'.

Mobil-mobil tersebut diparkir menyilang hingga mengisi seluruh ruang trotoar.

Tak hanya itu, kendaraan juga menutup atau menghalangi guiding block atau jalur pemandu yang dipasang untuk membantu penyandang disabilitas, khususnya tuna netra.

infografis

Video berdurasi singkat itu tampak adanya simbol larangan parkir di sekitar trotoar. Bahkan, simbol 'P' yang dicoret merah itu terpasang lebih dari satu.

Follow Berita Okezone di Google News

Berdasarkan komentar netizen di postingan tersebut, situasi memprihatinkan itu terjadi di sekitar kebun binatang Bandung, Jawa Barat.

Mereka menilai, sebenarnya kejadian serupa memang sudah biasa terjadi.

"Itu daerah kebun binatang Bandung, sudah enggak aneh. Tarifnya pun gak kira-kira, sampai Rp 20 ribu," ujar @hendar_wanto_.

"Ini di (sekitar) Bandung Zoo, padahal di Bandung Zoo-nya sendiri tempat parkirnya masih banyak yang kosong," tulis @arialdip.

Berkaca dari insiden ini, sebaiknya pengemudi memahami aturan penggunaan trotoar dan sanksi parkir di atas trotoar.

Berdasarkan UU No.22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Pasal 131 ayat 1, trotoar merupakan fasilitas umum yang secara khusus ditujukan untuk pejalan kaki.

Apabila melanggar dan menyalahi penggunaan trotoar, termasuk parkir mobil atau motor, maka terdapat sanksi.

Pertama, pengemudi akan dikenakan ancaman pidana penjara paling lama satu tahun atau denda paling banyak Rp 24 juta sesuai Pasal 274 ayat 2 UU LLAJ.

Kedua, setiap orang yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan gangguan pada fungsi rambu lalu lintas, marka jalan, alat pemberi isyarat lalu lintas, fasilitas pejalan kaki, dan alat pengaman pengguna jalan, maka akan dipidana dengan kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp250 ribu sesuai Pasal 275 ayat 1 UU LLAJ. (nia)

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini