Share

Podcast Aksi Nyata: Jangan Sembarangan! Ini Jenis Modifikasi Kendaraan Bermotor yang Melanggar Hukum

Wiwie Heriyani, MNC Portal · Senin 05 September 2022 20:21 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 05 53 2661430 podcast-aksi-nyata-jangan-sembarangan-ini-jenis-modifikasi-kendaraan-bermotor-yang-melanggar-hukum-So7Q4sASTJ.JPG Podcast Aksi Nyata (Foto: tangkapan layar Youtube Partai Perindo)

ANEKA modifikasi kendaraan bermotor dengan berbagai model, bisa kita mudah temui di jalanan. Tapi sejatinya, modikasi kendaraan bermotor ini harus dicermati dengan seksama.

Ya, modifikasi kendaraan bermotor memiliki dampak negatif jika kurangnya pemahaman dari masyarakat, yang dapat membahayakan pengendara di jalan raya.

Saat ini, modifikasi kendaraan bermotor tak hanya dilakukan oleh anak remaja. Orang-orang dewasa juga mulai banyak tertarik untuk melakukan modifikasi kendaraan bermotor. Terutama, bagi yang tergabung dalam organisasi kendaraan bermotor, baik yang resmi maupun tidak resmi.

Proses modifikasi khusus dari yang ringan, hingga yang benar-benar mengubah hampir semua tampilan pada sepeda motor bukan jadi hal yang tak biasa sekarang ini. Tujuan bermacam-macam memang, ada yang hanya untuk sekedar hobi atau keinginan untuk mengikuti perkembangan di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka.

Namun, modifikasi kendaraan bermotor sebenarnya tidak dapat dilakukan secara sembarangan karena terdapat regulasi yang mengatur pelaksanaannya. Dikatakan, owner bengkel spesialis modifikasi, Arvin Arshad, salah satu modifikasi kendaraan bermotor yang melanggar hukum yakni mengubah kerangka kendaraan.

Kerangka kendaraan merupakan kerangka internal yang menjadi dasar produksi sebuah kendaraan, sebagai penunjang bagian-bagian lainnya meliputi mesin atau alat elektronik yang terdapat pada kendaraan bermotor yang merupakan desain resmi dari pabrik.

“Jadi kalau kita lihat, ada beberapa yang pasti ya menurut aturan hukum kita sudah tahu yang namanya mengubah rangka, susunan rangka, susunan nomor seri itu nggak boleh,” ujar Arvin, dikutip dalam siaran langsung Podcast Aksi Nyata, yang disiarkan langsung melalui kanal Youtube Partai Perindo, Senin (5/9/2022).

“Terus plat nomor, mungkin sudah sering ya. Bukan dipalsukan, tapi tulisannya seolah-olah nama. Sebenarnya boleh, cuma masalahnya kita kan nggak boleh bikin jadi kayak huruf. Jadi seolah-olah kayak jadi tulisan nama,” lanjutnya.

Modifikasi kendaraan bermotor yang melanggar hukum selanjutnya, adalah mengubah warna kendaraan. Arvin menjelaskan, mengubah warna kendaraan, baik sebagian atau seluruhnya dengan menggunakan stiker maupun cat termasuk dalam kategori perubahan identitas fisik kendaraan bermotor.

Menurutnya, warna dasar fisik mobil dengan keterangan warna kendaraan bermotor pada STNK tidak boleh berbeda. Dengan kata lain, mengubah warna cat dasar sehingga berbeda dengan fisik warna kendaraan yang tercantum dalam STNK merupakan pelanggaran hukum jika kendaraan tersebut tidak diregistrasi dan diidentifikasi ulang atas kendaraan tersebut.

“Warna itu kan biasanya standarnya balik lagi nih, ada warna plat nomor, ada warna plat body. Kalau body ya pasti otomatis ya mengikuti STNK. Kalau merubah warna body ya mesti ngikuti platnya,” terangnya.

Mengubah dimensi motor juga masuk dalam modifikasi kendaraan bermotor yang melanggar hukum. Pasalnya, hal itu sama saja merekayasa dari ukuran asli dari pada kendaraan loh!

 BACA JUGA:Awas Jangan Keliru, Berikut Tips Pilih Ban Motor untuk Dipakai Harian

BACA JUGA:Potensi Pajak Kendaraan Bermotor yang Belum Dibayar Capai Rp100 Triliun

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini