Share

Musim Hujan Tiba, Yuk Kenali Sistem Kelistrikan Motor agar Tidak Korslet

Fadli Ramdan, MNC Portal · Kamis 08 September 2022 09:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 07 53 2662732 musim-hujan-tiba-yuk-kenali-sistem-kelistrikan-motor-agar-tidak-konslet-Rb9p1WQUoi.jpg Ilustrasi motor (dok Freepik)

SISTEM kelistrikan sepeda motor memiliki peran yang sangat penting dalam kinerja motor secara keseluruhan.

Itu memiliki tugas untuk menyalurkan daya listrik, mulai dari pencahayaan hingga pembakaran atau pengapian.

Sistem kelistrikan sepeda motor juga terdiri dari berbagai komponen seperti spull, kiprok, kabel bodi, sikring, dan baterai atau aki.

Jika listrik tidak tersalurkan dengan baik maka beberapa komponen akan mati, dan bahkan motor tidak bisa dihidupkan.

Setiap pabrikan tentu saja sudah memperhitungkan dengan matang penempatan komponen elektrik pada sepeda motor. Namun, pelindung komponen tersebut bisa saja rapuh dan tak dapat melindungi sistem kelistrikan dengan baik.

Memasuki musim penghujan, rasanya sangat tepat untuk melakukan pemeriksaan pada sistem kelistrikan motor agar tidak korslet ketika berada di tengah hujan.

Untuk itu, pemilik sepeda motor perlu mengetahui lebih dalam apa saja komponen sistem kelistrikan yang tersemat pada kendaraannya.

Kiprok

Kiprok atau biasa disebut rectifier regulator berfungsi sebagai menstabilkan tegangan listrik serta mengubah arus listrik. Kondisi kiprok sangat memengaruhi masa pakai aki sebagai sumber daya listrik.

Arus listrik yang melalui kiprok akan distabilkan dan diubah menjadi arus satu arah (dari arus AC menjadi DC) sebelum dialirkan ke aki. Kiprok juga sebagai penstabil tegangan listrik yang mengalir ke aki agar tidak mengakibatkan over charge.

Sementara jika arus yang mengalir ke aki terlalu kecil, akan menyebabkan aki tekor. Jadi, tegangan dan arus yang mengalir ke aki harus dalam kondisi seimbang jumlahnya.

Kiprok yang kemasukan air akibat pelindung luar yang sobek akan menyebabkan arus listrik menjadi tidak stabil dan akan menyebabkan kerusakan pada komponen lain.

Saat terjadi masalah pada sistem kelistrikan pada sepeda motor, maka kiprok biasanya yang harus diperiksa terlebih dahulu.

infografis

Spul

Spul adalah komponen yang memiliki tugas untuk menghasilkan energi listrik untuk seluruh kebutuhan kelistrikan motor, termasuk mengisi daya aki.

Spul menghasilkan arus listrik AC (Alternating Current) atau bolak balik. Energi listrik yang dihasilkan oleh spul kemudian digunakan untuk perangkat motor seperti busi, CDI, bola lampu, dan lainnya.

Tegangan arus AC dari spul akan diubah terlebih dahulu menjadi DC (searah) menggunakan kiprok.

Komponen ini merupakan salah satu yang cukup kuat jika terkena air, tapi magnet spul bisa berkarat akibat terkena cipratan air atau terendam genangan air. Ini akan membuat kinerja spul untuk menghasilkan energi listrik menjadi tak maksimal.

Kabel bodi

Sistem kelistrikan pada sepeda motor berikutnya adalah kabel bodi yang memiliki peranan sebagai penyalur aliran listrik.

Energi yang dihasilkan spul akan di bawa ke kiprok untuk disalurkan ke aki sebelum menyebar ke perangkat listrik lainnya, seperti lampu depan-belakang, sign, klakson, starter, lampu rem, kunci kontak, dan speedometer.

Seiring masa pakai sepeda motor, kabel bodi akan alami penurunan kinerja dalam mengaliri arus listrik. Salah satu cara mempertahankan kinerja kabel bodi adalah dengan rutin melakukan pemeriksaan.

Selain itu, dalam beberapa kasus, kabel bodi sering terkelupas akibat gigitan tikus yang bisa menyebabkan motor tidak bisa dihidupkan.

Sekring

Sama seperti listrik rumahan, sekring juga digunakan dalam sistem kelistrikan sepeda motor yang berfungsi sebagai perangkat keamanan listrik.

Dengan sekring, kerusakan komponen kelistrikan sepeda motor akibat hubungan arus pendek seperti akibat gigitan tikus dapat dicegah.

Sekring akan memutus arus listrik secara otomatis ketika terjadi aliran arus listrik yang tak stabil atau korslet. Ini dapat mencegah kerusakan pada komponen lainnya.

Untuk motor saat ini, sekring biasanya terdapat pada bagian depan motor didekat lampu depan. Oleh karena itu, pemilik motor harus memastikan kerapatan pada bodi depan motor untuk mencegah masuknya air ketika hujan.

Baterai atau aki

Baterai atau aki berfungsi menyimpan listrik sehingga bisa digunakan untuk menghidupkan motor dengan starter. Sistem kelistrikan sepeda motor ini juga dimanfaatkan untuk mengoperasikan perangkat lainnya seperti ECU, CDI, dan lampu.

Namun, baterai atau aki memiliki batas penggunaan seiring penggunaan motor. Untuk itu, pemilik sepeda motor harus secara rutin memeriksa aki. Hal termudah aki sudah tak layak digunakan adalah ketika motor tidak bisa dihidupkan dengan starter.

Mengingat perannya yang cukup penting, pabrikan menempatkan aki di tempat yang paling aman atau dirasa tidak akan terkena air hujan. Karet pelindung pada penutup aki juga harus terpasang dengan benar agar tidak terendam air.

Semua komponen kelistrikan sepeda motor memiliki fungsi vital. Seiring masa pakai, komponen-komponen tersebut bisa rusak. Namun masa pakainya bisa lebih lama jika perawatan dan pemeriksaan dilakukan secara rutin. (nia)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini