Share

Mengenal 6 Perbedaan Pertamax dan Pertalite, Agar Mesin Tetap Awet

Asthesia Dhea Cantika, MNC Portal · Rabu 07 September 2022 15:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 07 87 2662759 mengenal-6-perbedaan-pertamax-dan-pertalite-agar-mesin-tetap-awet-C5bXkOW0El.jpg Ilustrasi (Foto: Pertamina)

ANDA perlu mengenal perbedaan pertamax dan pertalite saat mengisi bahan bakar. Tak hanya pertimbangan harga, mengetahui jenis BBM yang tepat juga berguna untuk tunggangan Anda.

Sejauh ini, pertalite memang menjadi andalan masyarakat mengingat harganya yang ramah di kantong. Lalu apa perbedaan mendasar jenis bahan bakar ini dengan pertamax? Berikut ulasannya.

1.Kandungan

Pertamax

Kandungan bahan bakar pertalite dihasilkan dari penambahan zat aditif dalam proses pengolahannya. Kandungan utamanya adalah nafta yang memiliki RON 65-70. Kandungan tersebut memiliki titik didih antara gasolin dan kerosin.

Untuk mencapai angka oktan 90, kandungan nafta tersebut harus dicampur dengan HOMC (High Octane Mogas Component) dan zat aditif EcoSAVE. Zat aditif ini bukan untuk meningkatkan RON, melainkan membuat mesin kendaraan menjadi lebih halus dan hemat.

Sedangkan pertamax, punya tambahan aditif yang membuatnya mampu membersihkan mesin dari timbunan deposit pada ruang pembakaran. Ia mengandung maksimum sulfur (S) 0,1 persen dan timbal (Pb) 0,013 persen.

Kandungan lainnya adalah Pb 0,3 persen (jenis dengan timbal), oksigen (O) 2,72 persen, dan pewarna 0,13 gr/100 dengan titik didih 205 derajat Celcius serta massa jenis di suhu 15 derajat Celcius.

Pertamax memiliki RON 92 yang direkomendasikan untuk tunggangan berbahan bakar bensin dengan kompresi tinggi. Hal inilah yang kemudian membuat sistem pembakaran bahan bakar menjadi sempurna pada mesin kendaraan.

2.Warna Cairan

Selain kandungan, pertamax dan pertalite memiliki perbedaan mencolok lainnya. Perbedaan itu terletak pada warna cairannya. Jika pertamax dengan oktan 92 berwarna biru, maka pertamax turbo berwarna merah. Sedangkan pertalite merupakan cairan berwarna hijau.

3.Tingkat Polusi

Nilai oktan yang berbeda pada pertamax dan pertalite ternyata turut memengaruhi tingkat polusi yang dihasilkan. Semakin tinggi nilai oktan, maka akan semakin rendah tingkat polusi yang dihasilkan. Begitu pun sebaliknya.

Sementara itu, pertalite memiliki tingkat polusi lebih tinggi dibandingkan pertamax. Hal ini karena Pertalite memiliki nilai oktan lebih rendah dibandingkan pertamax. Karena itu, pengendara disarankan memilih pertamax untuk menjaga kelestarian lingkungan.

4.Tingkat Rasio Kompresi Mesin

Rasio kompresi mesin merupakan perbandingan antara volume silinder saat piston berada di titik terendah dengan momen saat ia ada di titik teratas. Semakin tinggi perbandingannya, maka udara yang terkompresi akan makin banyak. Kondisi ini membuat BBM yang terbakar akan semakin banyak.

5.Zat Aditif Tambahan

Pada dasarnya, pertamax dan pertalite memiliki zat aditif tambahan yang berbeda. Pertamax memiliki formula zat aditif PERTATEC (Pertamina Technology) yang mampu membersihkan endapan kotoran pada mesin sehingga umur mesin lebih awet.

Selain itu, keberadaan PERTATEC juga membantu menjaga mesin dari karat dan membuat pemakaian BBM jauh lebih efisien. Sedangkan pertalite ‘disuntikkan’ zat aditif EcoSAVE yang membuat kendaraan lebih hemat BBM.

6.Harga

Terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara dua jenis bahan bakar ini. Pertamax dibanderol Rp14.500 per liter di kawasan Jawa, sementara pertalite di harga Rp10.000 per liter.

Demikian enam perbedaan mendasar pertamax dan pertalite yang perlu Anda ketahui. Maka pilihlah bahan bakar yang sesuai dengan kebutuhan kendaraan Anda, sehingga mesin tetap awet.

(RIN)

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini