Share

Waspadai 7 Pemicu Tabrakan Beruntun di Tol

Destriana Indria Pamungkas, MNC Portal · Sabtu 10 September 2022 10:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 09 52 2663993 waspadai-7-pemicu-tabrakan-beruntun-di-tol-OOqDEI266y.jpg Ilustrasi mobil (freepik)

TERDAPAT tujuh pemicu tabrakan beruntun di dalam tol harus Anda pahami agar bisa waspada dan selamat dalam berkendara.

Berkendara di jalan tol tentunya tidak bisa disamakan ketika Anda berkendara di jalan biasa.

Ada sejumlah peraturan yang harus Anda patuhi agar terhidar dari kecelakaan. Pada umumnya, pemicu kecelakaan yang kerap terjadi di jalan tol kebanyakan berkaitan dengan masalah human error.

Lantas, apa saja 7 pemicu tabrakan beruntun? Simak informasinya berikut ini.

Sibuk dengan ponsel

Larangan untuk tidak mengendarai mobil sembari bermain ponsel atau sibuk dengan ponsel sudah ada sejak dulu, apalagi dilakukan ketika tengah berkendara di dalam tol. Hal ini karena ponsel mampu mengganggu konsentrasi pengemudi ketika tengah berkendara sehingga kerap menyebabkan kecelakaan.

infografis

Batas kecepatan yang dilanggar

Sedikit berkaitan dengan poin sebelumnya, pengendara yang konsentrasinya terpecah kerap tidak memperhatikan kecepatan mobil yang tengah dikendarai.

Seperti yang diketahui, pengendara yang melaju pada jalan tol sudah seharusnya mematuhi aturan batas kecepatan yang berlaku. Pada beberapa kasus terdapat kendaraan yang melaju pelan di atas jalur lane hogger atau lajut cepat. Padahal jalur tersebut diperuntukan bagi kendaraan yang melaju dengan kecepatan tinggi.

Sementara di jalur lambat, pengendara juga tidak boleh terlalu pelan karena akan membahayakan.

Tidak menjaga jarak

Tak jarang para pengendara tidak menjaga jarak aman antar kendaraan lain, sehingga jaraknya terlalu rapat. Apabila terjadi sesuatu, pengemudi akan sulit melakukan pengereman dan sulit menghindar . Untuk itu, menjaga jarak aman sanagtlah penting agar tidak terjadi kecelakaan beruntun.

Melaju di bahu jalan

Bahu jalan yang ada di dalam tol diperuntukan untuk keadaan darurat. Sehingga para pengendara yang tidak sedang dalam keadaan darurat tidak diperbolehkan untuk menggunakan bahu jalan.

Banyak pengendara yang melanggar aturan tersebut sehingga menabrak mobil lain yang tengah dalam keadaan darurat di bahu jalan.

Berpindah lajur sembarangan

Berpindah lajur sembarangan terkadang masih dianggap sepele oleh sebagain orang. Padahal hal ini bisa memicu terjadinya kecelakaan beruntun. Untuk itu, apabila Anda ingin berpindah lajur sebaiknya pastikan lajur dalam kondisi aman dengan melihat ke spion atau memberikan tanda lampu sein.

Lampu rem yang mati

Lampu rem belakang yang mati bisa menyebabkan kecelakaan beruntun. Banyak pengendara mobil yang tidak menyadari jika mobil di depannya telah mengerem karena tidak adanya lampu rem yang menyala sehingga tabrakan tak terhindarkan.

Mengalami microsleep

Microsleep atau tertidur sejenak merupakan salah satu kondisi yang membahayakan jika terjadi saat Anda sedang berkendara. Meski hanya beberapa detik saja, namun ada banyak kemungkinan yang bisa terjadi. Seperti mobil perbindah lajur, kecepatan mobil meningkat atau berkurang. Hal ini tentu bisa menyebabkan kecelakaan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini