Share

Ingin Fokus Elektrifikasi, Nissan Stop Produksi March di Jepang

Fadli Ramdan, MNC Portal · Senin 12 September 2022 10:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 11 52 2665076 ingin-fokus-elektrifikasi-nissan-stop-produksi-march-di-jepang-HvalfrDYcD.jpg Ilustrasi mobil (freepik)

NISSAN Motor Co. memutuskan untuk menghentikan penjualan March di Jepang setelah menurunnya peminat. Mobil kompak yang juga dikenal Nissan Micra itu tidak akan beredar lagi dipasaran setelah bertahan selama 40 tahun.

Seperti dikutip dari Kyodonews.net, pabrik Nissan di Thailang yang memproduksi March akan menghentikan produksinya untuk pasa Jepang. Namun, Nissan March tetap akan dijual di negara lain sebagai Micra.

Nissan akan bekerja sama dengan Ranault Flins untuk mengembangkan March versi terbaru dengan nama Micra di Prancis. Nantinya, mobil ini akan masuk dalam segmen SUV kecil dengan ground clearence lebih tinggi.

infografis

Berdasarkan Asosiasi Dealer Mobil Jepang, penjualan domestik mobil kompak ini mencapai sekitar 8.800 tahun lalu. Itu hanya sekitar 10 persen dari volume penjualan mobil kompak andalan pembuat mobil Note pada tahun yang sama, yaitu sekitar 90.000.

Keputusan tersebut merupakan bagian dari upaya Nissan untuk mempersempit lini produknya. Kali in, mereka memfokuskan sumber dayanya pada kendaraan listrik di tengah peraturan emisi karbon yang lebih ketat di seluruh dunia.

Nissan telah berkomitmen untuk berinvestasi sebesar 14 miliar dolar AS (Rp 207,7 triliun) untuk elektrifikasi pada tahun fiskal 2026. Mereka juga berencana untuk meluncurkan 15 mobil listrik pada 2030.

Berhentinya penjualan Nissan March di Jepang memang cukup sayangkan, karena itu merupakan mobil paling laris di negara matahari terbit itu. Sejak pertama kali diluncurkan di Jepang pada 1982, penjualannya mencapai sekitar 2,6 juta unit.

Produksi Nissan March yang awalnya di Jepang dialihkan ke Thailand, ketika generasi keempat diluncurkan pada 2010 atas alasan finansial. Itu juga memungkinkan Nissan menjual March dengan harga yang tidak terlalu tinggi.

Kemampuan manuver dan gaya eksteriornya yang bulat memenangi hati banyak penggemar di antara banyak konsumen Jepang, termasuk wanita.

Namun daya tariknya telah memudar dalam beberapa tahun terakhir dalam menghadapi mobil kompak saingan yang lebih baru seperti Toyota Yaris dan Honda Fit atau lebih dikenal dengan Honda Jazz.

Sedangkan di Indonesia, Nissan March harus bersaing dengan mobil LCGC yang merupakan produksi lokal. Itu terlihat pada penjualannya yang terus menurun di setiap tahunnya, di mana hanya ada empat unit pada 2019.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini