Share

Polrestabes Surabaya Terapkan Tilang Elektronik Pakai Kamera Gadget, Yuk Kepoin Cara Kerjanya

Fadli Ramdan, MNC Portal · Senin 12 September 2022 11:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 12 52 2665440 polrestabes-surabaya-terapkan-tilang-elektronik-pakai-kamera-gadget-yuk-kepoin-cara-kerjanya-tUWKviK1oZ.jpg Ilustrasi jalan (freepik)

SATUAN Lalu Lintas Polretabes Surabaya meluncurkan ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) Mobile Gadget atau tilang elektronik. Bukan dengan kamera yang terpasang di jalan besar, melainkan melalui kamera ponsel milik petugas.

ETLE Mobile dioperasikan dengan menggunakan bukti foto kamera handphone yang digunakan petugas di lapangan. Selanjutnya, potret atau foto akan dikirimkan untuk diproses jenis pelanggarannya.

Ini memungkinkan pekerjaan petugas di lapangan menjadi lebih praktis dan dapat menghindari keributan dengan pengguna kendaraan. Cara kerja ini juga bisa membuat lalu lintas tetap berjalan seperti biasa karena tidak ada hambatan akibat operasi razia.

infografis

“Setelah pelanggar tertangkap foto ETLE Mobile gadget petugas di lapangan, secara otomatis gambar tersebut terkirim ke petugas di kantor Satlantas polrestabes Surabaya untuk proses validasi dan mengeluarkan surat pemberitahuan,” kata Kasat Lantas Polrestabes Surabaya Kompol Arif Fazlurrahman dalam keterangan tertulis di NTMC Polri.

“Kemudian setelah proses validasi selesai dan surat pemberitahuan muncul, akan dikirimkan ke alamat pelanggar melalui kantor pos.”

Prosesnya serupa dengan cara kerja ETLE yang menggunakan kamera-kamera pengawas di jalan-jalan besar. Hanya saja, penggunaan handphone lebih praktis jika menemukan pelanggaran di jalan-jalan kecil.

Surat pemberitahuan yang diterima pelanggar, maka yang bersangkutan harus membawanya ke unit Gakkum Satlntas Polrestabes Surabaya di Gedung Siola Jl. Tunjungan Surabaya, untuk diverifikasi.

Arif Fazlurrahman mengatakan tujuan penerapan ETLE Mobile di Surabaya adalah untuk meningkatkan rasa disiplin berkendara di masyarakat. Ini jug untuk meminimalisir adanya oknum yang melakukan pemerasan saat melakukan penindakan pelanggaran lalu lintas.

“Diharapkan program tersebut dapat menekan angka laka lalu lintas dan meningkatkan tingkat kesadaran keselamatan berlalu lintas di masyarakat,” jelas Arif.

Sebagai informasi, dalam kurun waktu November 2021 sampai Maret 2022, Ditlantas Polda Jatim memperoleh denda terbayar senilai Rp1.141.627.000 dari total 6.073 putusan penindakan tilangan.

Sebelumnya, penilangan secara elektronik di Jatim sudah dilaksanakan sejak Januari 2022. Hal tersebut berdasarkan Surat Telegram dari Kapolda Jatim Nomor: ST/2189/IX/HUK.12.12/2021 tanggal 21 September 2021.

Dalam putusan tersebut, disebutkan bahwa tidak ada lagi penindakan lalu lintas atau proses tilang secara manual.

Untuk itu, warga Surabaya diharapkan dapat selalu menggunakan seluruh perangkat keamanan saat berkendara, baik roda dua maupun roda empat. Selain untuk keamanan diri sendiri, itu juga untuk menjaga keselamatan orang lain di jalan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini