Share

Konversi Kendaraan Listrik Diizinkan, Simak Persyaratannya

Fadli Ramdan, MNC Portal · Selasa 13 September 2022 11:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 13 52 2666225 konversi-kendaraan-listrik-diizinkan-simak-persyaratannya-Xe5yrjC3La.jpg Ilustrasi mobil listrik (dok Freepik)

PEMERINTAH Indonesia melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akhirnya mengeluarkan izin perubahan kendaraan berbahan bakar minyak menjadi kendaraan listrik yang ditenagai baterai.

Keputusan ini tercantum dalam Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor 15 tahun 2022 tentang Konversi Kendaraan Bermotor selain Sepeda Motor dengan Penggerak Motor Bakar Menjadi Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.

Keputusan ini dilakukan untuk mempercepat proses tansisi dari kendaraan berbahan bakar minyak ke motor penggerak listrik berbasis baterai. Selain itu, konversi ini dapat menghemat biaya.

Seperti dikutip dalam aturan tersebut, pemilik kendaraan tidak bisa begitu saja mengkonversi kendaraan BBM menjadi kendaraan listrik. Itu hanya bisa dilakukan oleh bengkel dan teknisi yang memiliki sertifikat dari Kemenhub.

infografis

Tak hanya itu, kendaraan yang akan dikonversi menjadi kendaraan bermotor listrik berbasis baterai juga memiliki kelengkapan surat-surat. Kendaraan juga harus dilakukan uji berkala demi memastikan kelaikan jalan.

Hal tersebut harus disertai dengan dengan salinan kartu induk atau kartu uji dari unit pelaksana uji berkala. Ini untuk memastikan kendaraan berada dalam kondisi prima dan tak bermasalah ketika dilakukan konversi.

Untuk biaya konversi, Kemenhub tidak menentukan besaran biaya dan itu diserahkan kepada bengkel yang melakukan konversi. Namun, setiap bengkel juga diwajibkan untuk melaporkan biaya yang dibutuhkan saat melakukan konversi kendaraan.

Setelah kendaraan selesai dikonversi, maka peril mendapatkan surat pengantar uji untuk dilakukan pengujian kelaikan jalan. Selain itu, pemeriksaan komponen dan tipe mobil juga akan dilakukan oleh Unit Pelaksana Uji Tipe.

Bengkel yang telah melakukan konversi kendaraan harus melakukan permohonan pengujian dengan melengkapi data sebagai berikut:

- Salinan/fotokopi Buku Pemilik Kendaraan Bermotor dan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor.

- Hasil pemeriksaan cek fisik kendaraan bermotor oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia.

- Laporan pengujian atau sertifikat baterai standar nasional Indonesia atau standar internasional.

- Diagram instalasi sistem penggerak Motor Listrik.

- Diagram kelistrikan.

- Sertifikat Bengkel Konversi.

- Gambar teknik, foto, dan/atau brosur setiap Kendaraan Bermotor Selain Sepeda Motor yang telah dilakukan Konversi.

- Standar operasional prosedur pemasangan komponen Konversi.

Pengujian kendaraan yang dikonversi akan diuji paling lama 5 hari. Nantinya, kendaraan tersebut akan mendapatkan SUT konversi. Tanda pengenal juga akan diberikan untuk menjadi penanda bahwa kendaraan tersebut telah dikonversi menjadi kendaraan listrik.

Tanda tersebut berupa stiker dengan tinta dan adhesi, berwarna dasar putih dengan ukura 130 mm x 70 mm, dengan tercantum KONVERSI KB BBM > KBL BB. Stiker tersebut harus dipasang pada kaca depan mobil agar mudah terlihat oleh petugas.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini