Share

Polrestabes Surabaya Pastikan Tak Terapkan ETLE Mobile di Perumahan

Fadli Ramdan, MNC Portal · Selasa 13 September 2022 14:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 13 52 2666359 polrestabes-surabaya-pastikan-tak-terapkan-etle-mobile-di-perumahan-lc7a9vfkGN.jpg Sistem Tilang Elektronik (dok Korlantas Polri)

SURABAYA - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Surabaya telah mensosialisasikan penerapan ETLE Mobile atau tilang elektronik menggunakan handphone. Setelah program sosialisasi selesai dilakukan, polisi akan melakukan penindakan.

Namun, Kasat Lantas Polrestabes Surabaya Kompol Arif Fazlurrahman memastikan penindakan tersebut akan dilakukan di jalan umum, bukan jalan kawasan. Kendati begitu, ia menyarankan tetap menggunakan perangkat keselamatan saat berkendara.

“Peraturan lalu lintas itu (ETLE Mobile) berlaku di jalan umum. Jalan umum itu yang dilintasi masyarakat secara umum, bukan kawasan,” kata Arif dalam keterangan tertulis kepada MNC Portal Indonesia. 

“Misalnya di jalan perumahan, itu merupaakan jalan kawasan. Jadi, jalan perlintas secara umum, daerah-daerah yang menjadi pengawasan kami, seperti jalan protokol, kemudian jalan-jalan arteri, penyokong Kota Surabaya.”

infografis

Arif Fazlurrahman menambahkan para petugas Sat Lantas Polrestabes Surabaya tidak hanya melakukan tindakan penilangan terhadap pelanggar. Para petugas juga akan mengatus lalu lintas jika kepadatan mulai terjadi.

“Selama berpatroli, tim ETLE Mobile Gadget juga melakukan pengaturan lalu lintas di jalan-jalan umum. Seperti di Jalan Darmo dan Diponegoro. Tidak akan sampai masuk-masuk ke dalam perumahan,” ungkap Arif.

Lebih rinci, Arif menjelaskan proses tilang menggunakan HP akan dilakukan pada jalan atau lokasi yang masuk dalam skala rawan kecelakaan. Kendaraan yang parkir sembarangan hingga menyebabkan kemacetan juga akan menjadi sasaran ETLE Mobile.

Untuk saat ini, hanya ada lima peralatan ETLE Mobile Gadget yang digunakan secara bergantian oleh para petugas Sat Lantas Polrestabes Surabaya.

“Petugas yang disprinkan, ditunjuk, dan dilatih menggunakan alat ini ada 15 personel. Sedangkan perangkatnya hanya ada lima, nanti akan dipakai secara bergantian,” ujar Arif.

Selama masa percobaan, Arif Fazlurrahman tak menampil ada beberapa kesalahan dan masalah. Terutama saat mengambil gambar, khususnya petugas yang menggunakan perangkat sambil dibonceng rekannya.

“Inilah fungsi uji coba dan proses sosialisasi. Tentu saja akan kami evaluasi, nantinya efektivitasnya seperti apa,” ucapnya.

“Peralatan ini kami terima langsung dari Korlantas Polri. Tidak semua menggunakan alat ini, sekarang baru ada di Semarang, Surabaya, kemudian Bandung. Itu saja yang diberi Korlantas untuk diujicobakan.”

Arif Fazlurrahman berharap ETLE Mobile Gadget tidak digunakan oleh para petugas Sat Lantas Polrestabes Surabaya. Menurutnya, itu menunjukkan kesadaran warga Surabaya dalam tertib berlalu lintas.

“Tidak menargetkan pelanggar. Sebaliknya, kami harapkan tidak ada pelanggaran. Semakin tidak ada pelanggaran, semakin bagus,” jelas Arif.

“Ketika kami berpatroli dan tidak ditemukan pelanggaran, kami berhasil mewujudkan tingkat kesadaran, serta ketaatan berlalu lintas bagi warga Surabaya.”

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini