Share

Infrastruktur EV Belum Siap, Hyundai Tetap Produksi Mobil BBM

Fadli Ramdan, MNC Portal · Rabu 14 September 2022 11:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 14 52 2667015 infrastruktur-ev-belum-siap-hyundai-tetap-produksi-mobil-bbm-h0fj0bPFS3.jpg Ilustrasi mobil (dok Hyundai)

INDUSTRI otomotif di seluruh dunia kini ramai mengkampanyekan kendaraan listrik (EV) untuk lingkungan yang lebih bersih. Tapi, infrastruktur yang belum memadai di sebagian besar negara mempersulit langkah transisi tersebut.

Ini membuat mobil konvensional berbahan bakar minyak (BBM) masih digemari di seluruh dunia. Bahkan, ada juga yang tak senang dengan kehadiran mobil listrik yang tak memiliki suara atau hening saat digunakan.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Penasihat Teknis Eksekutif Hyundai Albert Biermann kepada CarExpert ketika pengujian prototipe N Vision 74 dan RN22e. Menurutnya, taknologi saat ini untuk kendaraan listrik perlu ditingkatkan di seluruh dunia.

Namun, Biermann memastikan bahwa kendaraan listrik nantinya akan merajai industri otomotif. Secara perlahan, kendaraan konvensional yang menggunakan BBM atau Internal Combustion Engine (ICE) bakal ditinggalkan.

infografis

โ€œKami melanjutkan untuk tingkat emisi berikutnya (untuk pengembangan mesin pembakaran internal). Kami tidak punya pilihan lain,โ€ kata Biermann kepada CarExpert.

โ€œMaksud saya, kami tidak menyerah pada mesin pembakaran, kami merupakan pemain global. Ini juga disebabkan oleh tidak tersedianya infrastruktur yang tersedia untuk EV do beberapa beberapa negara.โ€

Situasi ini memang menjadi sesuatu yang dikhawatirkan sejak mengampanyekan transisi kendaraan konvensional dengan BBM ke kendaraan listrik. Tingkat adopsi kendaraan listrik juga sangat beragam di setiap negara.

Untuk saat ini, Amerika Serikat, dan beberapa negara di Eropa serta Asia, termasuk Indonesia, telah berinvestivasi besar untuk infrastruktur EV. Namun, ada beberapa negara yang belum menjalankan hal tersebut.

Atas alasan ini, Albert Biermenn menegaskan Hyundai akan tetap memproduksi mobil konvensional hingga harga kendaraan listrik benar-benar terjangkau. Ini untuk memastikan roda bisnis mereka tetap berputar.

โ€œJadi kami terus membangun mobil dengan mesin pembakaran, tetapi apakah kami akan membuat keluarga mesin pembakaran baru? Ya,โ€ ujar Biermann.

โ€œAnda harus mengikuti peraturan emisi dan terkadang membutuhkan pengembangan yang intensif. Euro 7, misalnya, cukup menantang. Jadi itu ada dalam agenda kami.โ€

Standar emisi Euro 7 kabarnya akan mulai berlaku mulai 2025. Sementara versi final dari standar ini belum disepakati, dengan adanya tiga aliran opsi yang saat ini sedang dipertimbangkan.

Opsi pertama adalah mempersempit standar emisi Euro 6 yang ada, opsi kedua merevisi yang jauh lebih luas dari standar Euro 6. Sementara opsi ketiga yang lebih ekstrem akan melihat pemantauan emisi dunia nyata selama masa pakai kendaraan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini