Share

Simak 6 Tips Aman Terobos Banjir dengan Mobil

Asthesia Dhea Cantika, MNC Portal · Kamis 15 September 2022 14:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 14 52 2667664 simak-6-tips-aman-terobos-banjir-dengan-mobil-lz9xptnZbZ.jpg Mobil terobos banjir di Jakarta (Okezone.com/Heru)

SIMAK tips menerjang banjir dengan mobil matic agar aman tanpa mogok. Mobil bertransmisi otomatis kini banyak digandrungi khususnya masyarakat di perkotaan.

Bagaimana tidak, mobil satu ini sangat mudah untuk dikendarai sehingga pengemudi tidak perlu menekan pedal kopling ketika berpindah gigi atau sedang merayap di tengah padatnya lalu lintas. Tak heran mobil ini kerap menjadi daya tarik utama bagi konsumen di wilayah perkotaan yang sering dilanda kemacetan.

Sayangnya, saat musim hujan dan banjir melanda, para pengendara mobil satu ini kerap dibuat kalang kabut. Sebab, mereka tak ingin banjir dapat memicu korsleting dan merusak transmission control unit (TCU).

Simak tips menerjang banjir dengan mobil matic

1. Ketahui Tinggi Genangan Air

Sebelum memutuskan menerjang banjir dengan mobil matic, lebih baik pastikan terlebih dahulu ketinggian genangan air. Jika air banjir semakin tinggi, maka semakin besar pula resiko kendaraan mengalami kerusakan.

Hal ini tetap harus dilakukan meskipun mobil matic memiliki ground clearance yang cukup tinggi. Selain itu, pastikan filter udara pada mobil tetap aman dan tidak terendam genangan air.

Ilustrasi

Sebab, jika filter udara sampai terendam, maka dapat membuat risiko terjadinya water hammer. Water hammer adalah sebuah kondisi air dapat masuk pada ruang pembakaran yang menyebabkan mesin mobil menjadi rusak.

2. Melaju Secara Perlahan

Saat mengendarai mobil matic dalam kondisi banjir pastikan untuk maju secara perlahan. Hal itu akan membantu mengantisipasi terjadinya hal-hal yang berpotensi membahayakan, seperti lubang jalan yang cukup besar atau bahkan parit yang melintang.

3. Gunakan Gir Satu

Setelah memastikan bahwa genangan air aman untuk dilalui, sebelum melaju perlahan pindahkan tuas transmisi pada gigi paling rendah atau pada posisi L yang merupakan gigi 1.

Hal ini bertujuan agar kecepatan dari mobil tetap stabil selain itu putaran mesin akan lebih bertahan. Selain itu, sisa pembuangan bahan bakar yang ada bisa dikeluarkan dari bagian knalpot sehingga laju air bisa tertahan dan mencegah untuk masuk ke bagian dalam ruangan mesin melalui jalur pembuangan.

4. Matikan Mesin saat Mogok

Jika genangan air begitu tinggi hingga melewati setengah roda mobil matic, bisa jadi akan menyebabkan mesin mati atau mogok di tengah jalan. Jika kondisi itu terjadi, alangkah baiknya untuk tidak mencoba menghidupkan mesin. Sebab, dapat membuat kerusakan pada bagian mesin mobil semakin parah.

5. Keringkan Komponen Rem

Jika sudah melewati banjir, maka jangan menunda untuk memeriksakan kondisi dari rem mobil. Caranya cukup jalankan mobil pada kecepatan yang lambat yakni kecepatan 5 km/jam.

Setelah itu rem mobil selama berkali-kali. Hal itu untuk memastikan bahwa mobil memang masih dalam kondisi yang baik.

Untuk cara yang lebih aman, segera bawa mobil ke bengkel guna dilakukan pemeriksaan seluruh komponen secara menyeluruh. Dengan begitu kerusakan yang terjadi bisa langsung diketahui.

6. Cek Komponen Oli Mesin, Transmisi, dan Minyak Rem

Genangan air yang menyentuh bagian bawah mesin mobil dan bagian girboks memang dapat membuat air masuk ke bagian dalam, sehingga tercampur dengan pelumas.

Maka dari itu, segera periksa transmisi, minyak rem sekaligus oli mesin setelah berhasil melewati genangan air yang tinggi. Bila warna oli mengalami perubahan warna menjadi keruh layaknya susu atau justru berwarna lebih muda, maka oli memang sudah tercampur dengan air.

Jika hal ini terjadi segera lakukan perawatan atau pengecekan mobil matic ke bengkel agar kerusakannya tidak semakin parah.

Demikian 6 tips menerjang banjir dengan mobil agar tetap aman. Jika tak terburu waktu tak perlu menerjang banjir, atau lebih baik mencari jalan alternatif agar mobil tak rusak.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini