Share

Sebelum Beli, Yuk Catat Keuntungan dan Kerugian Penggunaan Mobil Listrik

Fadli Ramdan, MNC Portal · Kamis 22 September 2022 10:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 21 52 2671733 sebelum-beli-yuk-catat-keuntungan-dan-kerugian-penggunaan-mobil-listrik-p3UhFrMhoU.jpg Ilustrasi mobil listrik (freepik)

SAAT ini Pemerintah Indonesia terus berupaya mempercepat proses transisi dari kendaraan konvensional berbahan bkar minyak (BBM) ke kendaraan listrik berbasis baterai dengan mengeluarkan sejumlah aturan.

Hal itu tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 terkait dengan Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB).

Selain ramah lingkungan, Kementerian ESDM juga mencatat kendaraan listrik akan mengurangi penggunaan BBM sebanyak 12,8 juta barel per tahun.

Kenaikan harga BBM juga memicu masyarakat beralih ke kendaraan listrik yang diklaim jauh lebih hemat. Perawatan mobil listrik juga diklaim lebih mudah karena tak banyak komponen yang perlu diservis atau diganti.

Tetapi, sebelum membeli mobil listrik, simak keuntungan dan kerugian dalam penggunaan mobil listrik di Indonesia.

Keuntungan Mobil Listrik

1. Ramah Lingkungan

Ini jadi hal mutlak karena mobil listrik memiliki sistem kerja yang ditenagai oleh baterai yang disalurkan ke motor listrik sehingga mobil dapat bergerak. Tidak ada pembakaran di ruang mesin yang dapat menghasilkan emisi berupa gas CO2 dan CO yang buruk bagi Lingkungan.

Hal ini yang membuat pemerintah Indonesia berusaha mempercepat proses transisi agar kualitas udara semakin baik. Pasalnya, satu mobil listrik dapat mengurangi pencemaran udara hingga 4,5 metrik ton gas rumah kaca.

2. Lebih Mulus atau Tidak Bising

Memanfaatkan motor listrik untuk menggerakkan mobil, jelas kendaraan listrik jauh lebih senyap dan tidak menciptakan polusi suara. Getaran ke dalam kabin yang diciptakan pergerakan mesin BBM juga tidak akan terasa, sehingga perjalanan lebih nyaman.

Bukan hanya bagi pengendara mobil listrik, pengguna jalan lainnya juga akan lebih tenang karena tidak akan ada suara bising yang dihasilkan mobil. Ini perlahan akan mengubah perilaku pengendara di jalan menjadi lebih tertib.

3. Perawatan Lebih Mudah

Pada mobil konvensional, perawatan berkala seperti mengganti oli, mengecek busi, mengisi radiator, membersihkan filter udara, mengganti filter oli, dan sebagainya, tidak perlu dilakukan pada mobil listrik.

Komponen yang lebih praktis membuat mobil listrik hanya perlu melakukan perawatan melalui sistem komputer. Ini dilakukan untuk mengetahui kondisi baterai dan perangkat kelistrikan lainnya.

infografis

4. Hemat untuk Jangka Panjang

Selain tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk melakukan perawatan servis berkala, pengguna mobil listrik juga tak perlu membeli BBM sehingga pengeluaran dapat ditekan dan dialihkan ke tabungan.

Jelas, untuk jangka waktu panjang mobil listrik memang jauh lebih hemat ketimbang mobil konvensional yang mengharuskan pemiliknya mempersiapkan uang setiap tiga atau enam bulan sekali untuk perawatan berkala.

5. Bebas Ganjil-Genap

Beberapa kota besar di Indonesia telah menerapkan aturan Ganjil-Genap untuk mengatasi kemacetan. Tapi, pemilik mobil listrik tk perlu khawatir karena saat ini kendaraan tesebut bebas dari aturan Ganjil-Genap.

Mobil listrik akan ditandai dengan kelir biru pada bagian bawah pelat nomor yang akan dibebaskan oleh petugas kepolisian ketika memasuki wilayan Ganjil-Genap.

Kekurangan

1. Harga Mobil Listrik Masih Mahal

Mobil listrik belum lama diluncurkan sehingga baru sedikit produsen yang secara resmi menjualnya ke masyarakat. Saat ini baru Wuling yang menjual mobil listrik dengan harga terjangkau, yakni Air ev yang dibanderil Rp238 juta.

Tapi, Wuling Air ev masih terlalu kecil bagi masyarakat Indonesia yang senang dengan mobil keluarga. Ini dilakukan agar biaya produksi dapat ditekan sehingga mobil tersebut dapat dijual dengan harga serendah mungkin.

Sedangkan Hyundai yang memiliki mobil listrik cukup besar seperti Kona dan IONIQ 5, memasang harga di atas Rp600 juta.

2. Tempat Pengisian Baterai Masih Sedikit

Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) belum banyak tersedia yang membuat masyarakat Indonesia ragu untuk beralih ke mobil listrik. Terutama di Jakarta yang kondisinya macet di waktu tertentu sehingga sangat mengkhawatirkan ketika baterai mulai menipis.

Hyundai sendiri telah mempersiapkan Wall Mount Charging di 200 lokasi, tapi model tersebut tidak cocok untuk mobil listrik pabrikan lainnya. Sehingga aturan juga perlu diterapkan pada model colokan mobil listrik sehingga memiliki jenis yang sama.

3. Waktu Pengisian Baterai yang Lama

Biasanya, mobil konvensional hanya memerlukan waktu lima sampai 10 menit untuk mengisi BBM. Tapi, mobil listrik menggunakan waktu hingga 12 jam untuk mengisi baterai dari 0 sampai penuh, jika tak menggunakan jenis fast charged.

Namun, penggunaan fast charged juga tidak dianjurkan dipakai terlalu sering agar memperpanjang usia baterai mobil listrik. Oleh karena itu, pemilik mobil listrik harus selalu memperhatikan jumlah baterai.

4. Harga Baterai Masih Mahal

Hyundai mengatakan penggunaan baterai mobil listrik bisa sampai delapan sampai 10 tahun bergantung pada cara pengisiannya. Jika baterai sudah rusak maka perlu dilakukan penggantian dan harga baterai bisa mencapai setengah harga mobil.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini