Share

Kereta 'Setan', Mobil Pertama di Indonesia Milik Raja Surakarta Pakubuwono X

Fadli Ramdan, MNC Portal · Minggu 25 September 2022 08:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 24 87 2673995 kereta-setan-mobil-pertama-di-indonesia-milik-raja-surakarta-pakubuwono-x-R4uhMmOx8C.png Mobil Pertama di Indonesia (dok Louwmanmuseum)

INDUSTRI otomotif Indonesia telah alami perkembangan pesat saat ini, di mana itu juga menjadi salah satu pemasukan terbesar negara. Tapi, tahukah Anda mobil pertama yang masuk ke Indonesia?

Sejak pertama kali mobil diciptakan, banyak yang menyambut baik hal tersebut karena memudahkan orang-orang dalam berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

Mobil juga memiliki beberapa kelebihan, salah satunya adalah melindungi seseorang dari panas dan hujan, serta dapat memindahkan banyak orang dalam satu kali jalan. Ini yang membuat mobil semakin populer dan diminati.

Sedangkan di Indonesia sendiri, pabrikan yang memasukkan mobil pertama di Indonesia yakni Benz Victoria Phaeton. Itu dimiliki oleh Raja Kasunanan Surakarta Hadiningrat Pakubuwono (PB) X pada 1894.

Mobil buatan Carl Benz pada 26 Januari 1986 tersebut dipesan langsung dari Eropa melalui perusahaan Protle & Co, yang berkantor di Pasar Besar, Surabaya. Itu merupakan sebuah perusahaan importir barang-barang bermerek seperti, piano, kereta, kuda, serta kendaraan bermotor.

infografis

Benz Victoria Phaeton yang diimpor langsung dari Eropa saat itu dihargai 10.000 Gulden atau setara Rp83,9 juta.

Mobil tersebut tiba di Pelabuhan Semarang, Jawa Tengah dan diterima oleh Sultan Pakubuwono X setahun kemudian setelah pemesanan.

Mobil tersebut juga datang lebih dulu ke Indonesia yang dulu bernama Hindia Belanda ketimbang Belanda. Pasalnya, mobil pertama yang masih ke Belanda baru datang pada 1896 di Den Haag.

Bentuknya yang seperti kereta kuda membuat banyak orang pada saat itu kagum sekaligus heran. Pasalnya, mobil tersebut tidak perlu ditarik oleh kuda yang membuat mereka menyebut mobil itu sebagai ‘Kereta Setan’.

Pasalnya, pada 1800-an transportasi darat saat itu menggunakan tenaga kuda untuk menariknya atau dikenal dengan sebutan kereta. Kondisi ini yang membuat masyarakat heran karena saat itu juga belum populer kendaraan bermotor di Indonesia.

Mengenai mesin yang digunakan, Benz Victoria Phaeton atau Kereta Setan memiliki satu silinder dengan kapasitas mesin 2,0 liter yang menghasilkan tenaga 5 hp. Namun, masih menggunakan roda kalu dan ban karet yang keras, tapi dapat menampung delapan orang.

Mobil milik Raja Surakarta Pakubuwono X yang menjabat pada 1866-1939 tersebut pernah diikutsertakan dalam Pameran RAI Amsterdam Motor Show 1924. Kini mobil tersebut berada di negara kincir angin dan sedang diusahakan kembali ke Indonesia. (nia)

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini