Share

Korlantas Polri Siapkan BPKB Elektronik Tahun Ini, Chip Akan Terintegrasi Data Tunggal

Muhamad Fadli Ramadan, MNC Portal · Rabu 28 September 2022 00:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 27 52 2675842 korlantas-polri-siapkan-bpkb-elektronik-tahun-ini-chip-akan-terintegrasi-data-tunggal-WQauCJ5eqr.JPG Ilustrasi (Foto: Ist)

KORPS Lalu Lintas (Korlantas) Polri saat ini sedang mengembangkan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) elektronik. Nantinya, ini akan terintegrasi sistem single data yang dilengkapi dengan teknologi chip.

Dikutip dari laman NTMCPolri, tujuan Korlantas menciptakan BPKB eletronik adalah untuk memstikan pelayanan kepada masyarakat bisa dilakukan dengan lebih baik dan lebih cepat.

“BPKB baru kami akan upayakan untuk tahun ini, memang kami akan tanamkan teknologi chip untuk mengetahui semua informasi, di dalamnya ada catatan kendaraan dan sebagainya,” kata Dirregident Korlantas Polri, Brigjen Pol Yusri Yunus.

“BPKB ini akan memudahkan masyarakat, misalnya BPKB mutasi kendaraan itu tidak lagi memerlukan waktu satu sampai dua bulan, cukup satu hari saja sudah bisa dilakukan dengan harga PNBP,” timpalnya.

Infografis Mobil Termahal Dunia 2021

Yusri Yunus juga menegaskan bahwa BPKB elektronik akan terintegrasi dengan semua pihak, seperti pegadaian dan perbankan, serta finance. Untuk itu, masyarakat akan lebih mudah dalam proses pengurusan pajak kendaraan.

“Nantinya ini akan menghilangkan perilaku masyarakat yang nakal. Seperti masih ada cicilan tapi mereka membuat duplikat BPKB dan kendaraannya dijual,” ungkap Yusri.

“Ini sudah kami pikirkan bagaimana kami akan munculkan satu aplikasi untuk bisa terkolaborasi dengan beberapa stakeholder terkait. Ya, ini kita sudah arahkan ke single data semuanya.”

Pesan yang disampaikan dalam rapat Anev pelayanan BPKB bersama jajaran Polda yang diikuti 102 peserta, Yusri juga menjelaskan kesulitan masyarakat dalam proses mengurus pajak kendaraan.

“Kami mengevaluasi kegiatan dari rekan-rekan Subdit BPKB seluruh Indonesia. Kami analisis evaluasi ke depannya yang harus kami lakukan,” ujar Yusri.

“Arahnya adalah bagaimana kami melayani masyarakat dalam hal pengurusan BPKB kendaraan bermotor. Selain itu, kami juga harus membuat data yang valid sehingga masyarakat dapat dilayani dengan baik.”

Lulusan Akpol 1991 itu juga memperingatkan kepada masyarakat yang tidak mengurus pajak selama tujuh tahun, maka kendaraannya akan dinonaktifkan.

“Jika sudah terhapus apakah bisa daftar lagi? Sudah tidak bisa, kendaraannya silakan disimpan saja,” jelas Yusri.

Pemilik kendaraan juga dapat menghapus kendaraan mereka jika tidak bisa gunakan lagi akibat rusak atau kecelakaan berat agar tidak dikenakan pajak. Hal tersebut tertuang dalam Pasal 74 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009.

“Syaratnya foto kendaraan tersebut, bawa BPKB dan STNK kendaraan, lalu buat pernyataan minta dihapus, nanti distempel dihapus. Ini bisa membuat data kita valid. Jadi semua terdata dan tagihan sudah tidak ada lagi,” terang Yusri.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini