Share

Yuk Kenali 4 Klasifikasi Jalan Raya Berdasarkan Fungsi dan Jenisnya

Asthesia Dhea Cantika, MNC Portal · Jum'at 30 September 2022 13:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 29 52 2677680 yuk-kenali-4-klasifikasi-jalan-raya-berdasarkan-fungsi-dan-jenisnya-o2CFS1NLdc.jpg Jalan Sudirman, Jakarta Pusat saat PSBB pada 15 April 2020 (Okezone.com/Arif)

MENGENAL klasifikasi jalan raya berdasarkan fungsi dan jenisnya. Sebagai penghubung wilayah satu dengan yang lain, juga sarana berlalu lintas, jalanan memiliki klasifikasi.

Menurut Undang-undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan, jalan raya dibedakan menjadi dua klasifikasi berdasarkan fungsi dan jenisnya. Adapun klasifikasinya sebagai berikut ini.

Klasifikasi Jalan Raya Berdasarkan Fungsi dan Jenisnya

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan pasal 8, jalan raya diklasifikasikan berdasarkan fungsinya dikelompokkan ke dalam jalan arteri, jalan kolektor, jalan lokal, dan jalan lingkungan.

1. Jalan Arteri

Menurut UU Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan pasal 8 ayat 2, jalan arteri adalah jalan umum yang berfungsi melayani angkutan utama. Jalan raya ini memiliki ciri; perjalanan jarak jauh, kecepatan rata-rata tinggi, dan jumlah jalan masuk dibatasi secara berdaya guna. Jalan arteri dibagi menjadi dua, yakni:

• Jalan arteri primer adalah jalan arteri dalam skala wilayah tingkat nasional yang memiliki lebar badan jalan minimal 11 meter dengan kecepatan kendaraan paling rendah 60 km/jam.

• Jalan arteri sekunder adalah jalan arteri dalam skala perkotaan yang memiliki lebar jalan 11 meter dengan kecepatan kendaraan paling rendah 30 km/jam.

2. Jalan Kolektor

Menurut UU No. 38 Tahun 2004 tentang Jalan pasal 8 ayat 3, jalan kolektor adalah jalan umum yang berfungsi melayani angkutan pengumpul atau pembagi. Jalan kolektor memiliki ciri; perjalanan jarak sedang, kecepatan rata-rata sedang, dan jumlah jalan masuk dibatasi. Adapun jalan kolektor dibagi dua, yakni:

• Jalan kolektor primer adalah jalan kolektor dalam skala wilayah yang memiliki lebar jalan 9 meter dengan kecepatan kendaraan paling rendah 40 km/jam.

• Jalan kolektor sekunder adalah jalan yang masuk dalam skala perkotaan yang memiliki lebar jalan 9 meter dengan kecepatan kendaraan paling rendah 20 km/jam.

3. Jalan Lokal

Menurut UU No. 38 Tahun 2004 tentang Jalan pasal 8 ayat 4, jalan lokal adalah jalan umum yang berfungsi melayani angkutan setempat. Jalan lokal memiliki ciri; perjalanan jarak dekat, kecepatan rata-rata rendah, dan jumlah jalan masuk tidak dibatasi. Adapun jenis jalan lokal sebagai berikut:

• Jalan lokal primer adalah jalan lokal dalam skala wilayah tingkat lokal yang memiliki lebar badan 7,5 meter dengan kecepatan kendaraan paling rendah 20 km/jam.

• Jalan lokal sekunder adalah jalan lokal dalam skala perkotaan yang memiliki lebar badan 7,5 meter dengan kecepatan kendaraan paling rendah 10 km/jam.

Ilustrasi

4. Jalan lingkungan

Menurut UU No. 38 Tahun 2004 tentang Jalan pasal 8 ayat 5, jalan lingkungan adalah jalan umum yang berfungsi melayani angkutan lingkungan. Jalan raya ini memiliki ciri; perjalanan jarak dekat, dan kecepatan rata-rata rendah. Jalan lingkungan ini ada dua jenis, yakni:

• Jalan lingkungan primer adalah jalan yang ada di kawasan perdesaan di wilayah kabupaten.

• Jalan lingkungan sekunder adalah jalan yang ada di kawasan perkotaan seperti di lingkungan perumahan, perdagangan, dan pariwisata di kawasan perkotaan.

Demikian klasifikasi jalan raya berdasarkan fungsi dan jenisnya menurut UU Nomor 38 Tahun 2004.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini