Share

Ini Pentingnya Truk Pasang Perisai, Simak Aturan Lengkapnya!

Muhamad Fadli Ramadan, MNC Portal · Jum'at 30 September 2022 00:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 29 87 2677470 ini-pentingnya-truk-pasang-perisai-simak-aturan-lengkapnya-owxwsuP3Iq.JPG Ilustrasi (Foto: Okezone.com/Arif Julianto)

KECELAKAAN maut di Tol Bawen-Ungaran yang melibatkan truk dan minibus elf, menyebabkan lima orang meninggal dunia. Sopir elf diduga berkendara dalam keadaan mengantuk, sehingga menabrak bagian belakang truk hingga mobilnya terpental.

Ini mengingatkan pengguna jalan untuk selalu waspada dan memperingatkan kepada pengusaha truk untuk memasang perisai di setiap armadanya. Hal ini disampaikan oleh Pengamat Transportasi, Djoko Setijowarno dengan menekankan pentingnya perisai di kendaraan besar.

Djoko juga mengungkapkan bahwa para pengusaha travel terlalu memaksakan sopir untuk mengantarkan penumpang sesuai waktu yang ditentukan. Menurutnya, itu sangat berbahaya karena kurangnya istirahat akan menghilangkan fokus saat mengemudi.

“Di jalan Tol, jika pengemudi mengantuk, truk bisa menjadi ancaman besar bagi mereka untuk ditabrak dari belakang,” kata Djoko yang juga Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat kepada MNC Portal.

Infografis Tips Kendarai Mobil Matik

“Apabila truk tersebut dilengkapi perisai atau Rear Underrun Protection (RUP), maka ketika ditabrak dari belakang tingkat fatalitasnya bisa turun dengan drastis. Tidak perlu sampai ada korban meninggal dunia atau luka berat.”

Sebenarnya, penggunaan perisai atau RUP sudah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 74 Tahun 2021 tentang Perlengkapan Keselamatan Kendaraan Bermotor.

Djoko Setijowarno juga mengatakan jika perisai terpasang dengan semestinya, maka penumpang di kendaraan kecil dapat terselamatkan dengan fitur keselamatan yang terpasang pada mobil mereka seperti seatbelt dan air bag.

Cara mencegahnya adalah dengan memasang bumper belakang pada semua truk, yang memenuhi seluruh bagian belakang. Ini meminimalisir kendaraan yang lebih kecil bisa masuk ke kolong trus sehingga menyebabkan kematian.

“KNKT telah mengidentifikasi semua fatalitas kendaraan yang menabrak truk dari belakang disebabkan karena masuk ke dalam kolong truk. Hal itu menyebabkan semua sistem keselamatan pasif tidak bekerja,” ungkap Djoko.

Kendaraan barang di Indonesia, khususny truk besar, memiliki karakteristik operasional yang spesifik dengan final gear yang sudah distel kuat mengangkut beban tetapi tidak mampu berjalan kencang.

Menurut Djoko, kondisi di Indonesia memiliki kecepatan yang berbeda berada pada satu jalur, sehingga risiko tabrak depan dan belakang sangat tinggi.

Begitu juga di jalan Tol, tingkat kecepatannya sangat tinggi yang berada di atas ambang batas yang bisa diterima berdasarkan standar IRAP (International Road Assessment Programme). Ini membuat risiko tabrak depan belakang di jalan Tol juga sangat tinggi.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini