Share

Beda dari yang Lain, Pelat Nomor Warna Hijau Hanya Berlaku di 3 Wilayah Ini

Sri Latifah Nasution, Okezone · Senin 03 Oktober 2022 15:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 03 52 2679728 beda-dari-yang-lain-pelat-nomor-warna-hijau-hanya-berlaku-di-3-wilayah-ini-tzUqhb1glo.JPG Pelat nomor hijau berlaku di 3 wilayah Kepri (Foto: ANTARA)

PELAT nomor kendaraan di Kepulauan Riau (Kepri) yang berwarna dasar hitam dengan tulisan putih sejak 1 Oktober 2022 diganti menjadi warna dasar putih bertulisan hitam.

Namun, khusus untuk tiga daerah di Kepri akan menggunakan pelat berwarna hijau dengan tulisan hitam. Apa penyebabnya?

Dirlantas Polda Kepri, Kombes Pol Tri Yulianto menjelaskan, warna putih yang akan diterapkan di Kepri bertujuan memudahkan penerapan tilang elektronik, lantaran lebih mudah dibaca oleh kamera e-tilang.

Mengenai landasan hukum tentang perubahan pelat kendaraan tersebut tertuang dalam Peraturan Polisi Nomor 7b Tahun 2021 tentang Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor.

Salah satunya menetapkan pelat kendaraan pribadi dari warna hitam tulisan putih menjadi warna putih tulisan hitam.

Sementara, untuk warna hijau akan diberlakukan di kawasan Free Trade Zone (FTZ), yaitu Batam, Bintan, dan Karimun.

Infografis Sanksi Lampu Strobo

Penerapan aturan ini berguna untuk memudahkan pemilik kendaraan ketika meminta fasilitas pembebasan bea masuk, seperti Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM), cukai, serta Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Menurut Undang-undang Nomor 36 Tahun 2000 tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB), FTZ berada di wilayah hukum NKRI yang tidak termasuk dalam daerah pabean. Bea masuk dibayarkan saat suatu barang atau hasil produksi berpindah dari kawasan KPBPB ke kawasan yang memberlakukan pabean normal.

Penggantian warna pelat menjadi putih juga diberlakukan untuk kendaraan berbadan hukum, badan internasional, dan kendaraan Perwakilan Negara Asing (PAN).

Sementara, untuk kendaraan yang akan menggunakan pelat hijau diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34/PMK.04/2021 tentang Pemasukan dan Pengeluaran Barang Ke dan Dari Kawasan yang Telah Ditetapkan Sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas, akan menentukan kendaraan mana saja yang diijinkan masuk kawasan perdagangan bebas.

Berdasarkan Pasal 73 peraturan tersebut, kendaraan yang dapat masuk ke Kawasan Bebas berasal dari luar daerah pabean, tempat penimbunan berikat, kawasan bebas lain, kawasan ekonomi khusus, dan tempat lain dalam daerah pabean.

Meski begitu, masyarakat diimbau untuk tidak mengganti sendiri warna pelat kendaraannya, karena perubahan akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari kendaraan baru, masa berlaku pelat habis, perpanjangan STNK 5 tahunan, perubahan pemilik kendaraan, dan perubahan bentuk serta ganti warna kendaraan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini