Share

6 Mitos yang Salah Seputar Mobil Listrik, Jangan Percaya

Tim Okezone, Okezone · Kamis 13 Oktober 2022 20:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 13 52 2686683 6-mitos-yang-salah-seputar-mobil-listrik-jangan-percaya-gpKypMmwYE.JPG Truk listrik yang dapat menempuh perjalanan jauh. (Foto: Antara)

JAKARTA – Produksi mobil listrik sudah semakin massif di berbagai belahan dunia. Meski begitu, proses peralihan dari penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil ke listrik terhalang oleh berbagai mitos yang beredar di masyarakat terkait mobil listrik. Berikut mitos yang salah terkait mobil listrik.

1. Jangkauan rendah

Truk Listrik. (Foto: Antara)

Jangkauan kendaraan listrik tidak bisa dibilang rendah. Karena, perkembangan teknologi transportasi memungkinkan mobil listrik untuk dapat menempuh jarak hingga 120 mil hanya dengan sekali pengisian daya. Bahkan untuk kendaraan Plug-in Electric Hybrid Vehicle (PHEV) dapat berjalan hingga 300 mil dengan mengkombinasikan antara listrik dan bensin.

Mobil listrik juga disebut hanya cocok digunakan untuk santai atau perjalanan di dalam kota. Mitos ini telah terbantahkan, karena di luar negeri mobil listrik digunakan untuk kebutuhan komersial yang memungkinkan perjalanan jauh.

2. Harus bangun infrastruktur pengisian daya sebelum diterapkan

SPLKU PLN. (Foto: Antara)

Mitos ini langsung terbantahkan karena pengisian daya kendaraan listrik adalah di rumah. Sementara pengisian bahan bakar yang sifatnya umum hanya pelengkap saja atau sifatnya membantu. Di sisi lain, pembangunan stasiun pengisian daya mobil listrik sudah semakin gencar, baik di luar negeri dan juga di dalam negeri.

Follow Berita Okezone di Google News

3. Bahan kimia baterai buruk bagi lingkungan


Mitos lain dari mobil listrik adalah dampak lingkungan yang ditimbulkan apabila menggunakan mobil listrik. Baterai disebut sebagai sesuatu yang tidak dapat didaur ulang. Namun, Badan Perlindungan Lingkungan di AS telah menemukan beterai yang lebih baru dan dapat dikembangkan proses daur ulangnya.

4. Pengisian baterai lama

Four Gun Charging. (Foto: Autoevolution)

Mitos berikutnya yang beredar terkait mobil listrik adalah lama dalam pengisian bahan bakar. Penemuan teknologi pengisian daya yang baru saja dikembangkan di Asia memungkinkan mengisi daya mobil listrik hanya dalam waktu 10 menit hingga penuh. Penemuan teknologi ini sekaligus mengalahkan rekor pengisian baterai mobil listrik selama 15 menit.

3. Bahan kimia baterai buruk bagi lingkungan

Ilustrasi. (Foto: BYD)

Mitos lain dari mobil listrik adalah dampak lingkungan yang ditimbulkan apabila menggunakan mobil listrik. Baterai disebut sebagai sesuatu yang tidak dapat didaur ulang. Namun, Badan Perlindungan Lingkungan di AS telah menemukan beterai yang lebih baru dan dapat dikembangkan proses daur ulangnya.

4. Pengisian baterai lama

Four Gun Charging. (Foto: Autoevolution)

Mitos berikutnya yang beredar terkait mobil listrik adalah lama dalam pengisian bahan bakar. Penemuan teknologi pengisian daya yang baru saja dikembangkan di Asia memungkinkan mengisi daya mobil listrik hanya dalam waktu 10 menit hingga penuh. Penemuan teknologi ini sekaligus mengalahkan rekor pengisian baterai mobil listrik selama 15 menit.

5. Masa pakai baterai singkat

Ilustrasi. (Foto: Antara)

Komponen paling mahal dari mobil listrik adalah baterai. Meski begitu, perusahaan mobil listrik semakin bersaing dan membuat harga di pasaran menurun. Di sisi lain, pabrikan mobil listrik juga telah menggaransi baterai mobil hingga 10 tahun. Selain itu, jumlah lithium untuk bahan baterai masih bisa dibuat selama 75 tahun ke depan.

6. Baterai lithium berbahaya dan bisa meledak

Ilustrasi. (Foto: Antara)

Baterai memang dapat terbakar dalam situasi tertentu. Namun, pembuatan baterai saat ini, khususnya untuk mobil listrik dibuat dengan canggih untuk mencegah pemanasan. Baterai yang didesain untuk mobil listrik relatif lebih aman dibandingkan dengan baterai pada alat elektronik.

1
5

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini