Share

Konversi Motor BBM ke Listrik, Pengamat: Langkah Cerdas

Muhamad Fadli Ramadan, MNC Portal · Senin 17 Oktober 2022 09:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 17 53 2688366 konversi-motor-bbm-ke-listrik-pengamat-langkah-cerdas-Yk7LdCqpHD.JPG Konversi motor bbm ke listrik. (Foto: Antara)

JAKARTA – Menanggapi Perpres Nomor 55 Tahun 2019, Kementerian Perhubungan mengeluarkan Permenhub Nomor 65 Tahun 2020 tentang Konversi Sepeda Motor dengan Penggerak Motor Bakar Menjadi Sepeda Motor Listrik Berbasis Baterai.

Berdasarkan regulasi tersebut, pemilik motor yang ingin mengonversi kendaraannya harus ke bengkel yang telah tersertifikasi Dirjen Kemenhub. Hal ini dilakukan untuk mendapat Sertifikat Uji Tipe (SUT) dan Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT).

Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Johannes Loman menegaskan pihaknya mendukung konversi tersebut untuk mempercepat target Presiden Joko Widodo (Jokowi) tentang pemakaian dua juta motor listrik pada 2025.

“Kami dari AISI sangat mendukung program ini. Tapi, kami hanya memperhatikan dari sisi keamanan dan kenyamanan konsumen. Bagaimana bisa mencapai standar-standar yang baik, seperti itu,” kata Loman ketika ditemui MNC Portal di Senayan, Selasa (11/10/2022).

Motor Konversi. (Foto: Antara)

Menurut Loman, masyarakat masih takut mengonversi motornya karena alasan keamanan arus listrik yang cukup besar yang dinilai dapat membahayakan pengguna kendaraan.

Sementara itu, pengamat otomotif Bebin Djuana menilai, konversi merupakan langkah cerdas karena masyarakat dapat meremajakan kendaraan yang usang menjadi motor baru.

“Saya pikir ini langkah cerdas. Dari sisi keamanan, jelas ini sangat aman karena sebelum diberikan ke pemilik, kendaraan harus melakukan uji laik jalan. Sebenarnya dari paket konversi juga sudah dikemas sangat aman,” kata Bebin ketika dihubungi MNC Portal.

Menurut dia, kendala yang dialami masyarakat bukan dari sisi keamanan tapi harga yang mahal. Karena, menurut dia, biaya konversi mencapai Rp10-15 juta.

“Memang masih mahal. Dibandingkan motor listrik baru harganya hampir sama. Baterai yang membuat harganya menjadi lebih mahal, kalau motor penggerak saya rasa harganya bervariasi tergantung daya yang dihasilkan,” ujar Bebin.

Motor Konversi. (Foto: Antara)

Agar lebih terjangkau, ia berharap ada industri lokal yang mampu menciptakan baterai motor listrik agar harganya lebih terjangkau dan memangkas biaya konversi.

“Memang biaya konversi masih mahal saat ini. Tapi bagi mereka yang punya motor tua atau tak ingin beli baru ini bisa jadi solusi. Ketimbang mereka beli baru dan motor lamanya nganggur, makan tempat di rumah, lebih baik di konversi,” ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini