Share

Aplikasi My Pertamina Dinilai Menyulitkan Perusahaan Otobus

Muhamad Fadli Ramadan, MNC Portal · Selasa 18 Oktober 2022 07:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 18 52 2689138 aplikasi-my-pertamina-dinilai-menyulitkan-perusahaan-otobus-veM6suC8Mb.JPG Ilustrasi perusahaan otobus (Foto: Antara)

JAKARTA – CEO PO Sumber Alam Anthony Steven Hambali menilai aplikasi My Pertamina tidak efektif digunakan di perusahaan otobus (PO), khususnya bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).

Diketahui, tujuan peluncuran aplikasi My Pertamina adalah untuk membuat BBM bersubsidi jenis Pertalite dan solar tepat sasaran. Aplikasi ini membatasi pembelian solar hanya untuk 200 liter per hari.

Ia menilai, pembatasan ini mempersulit pengusaha angkutan yang melayani jarak jauh. Menurutnya, registrasi aplikasi ini sering gagal sehingga mempersulit pembelian BBM.

Terkait pengaturan aliran BBM bersubsidi, kata Tony, sudah dapat dilakukan dengan menaikkan harga BBM bersubsidi. Oleh karena itu, ia meminta pemerintah tidak mempersulit jasa transportasi publik untuk daftar di My Pertamina.

“Harapannya setelah ada penyusaian harga BBM, seharusnya tidak ada lagi kesulitan mendapatkan BBM. Tapi kenyataan kesulitannya beralih, ketika ingin membeli BBM itu harus melalui aplikasi My Pertamina,” ujarnya.

“Mengenai keamanan data juga masih diragukan, karena itu terjadi di tempat saya sendiri. Di mana ada SPBU ketika dimasukkan nomor kodenya tapi yang keluar adalah kendaraan ini seharusnya mengisi Pertalite,” ungkapnya.

Follow Berita Okezone di Google News

“Lalu ada lagi ketika kode QR di scan, ketika kami ingin menggunakannya, ternyata kode QR itu sudah digunakan di tempat lain. Ini yang masih menjadi masalah. Harapannya ini ditiadakan. Jangan sampai kami yang melayani publik masih diberikan kesulitan.”

Meski belum sepenuhnya diberlakukan, namun setiap bus dan truk yang akan membeli truk harus menggunakan aplikasi ini.

Aplikasi ini diharapkan dapat mengontrol pembelian BBM jenis solar bisa terpantau. Meski dalam praktinya, perusahaan otobus mengaku dipersulit. Hal ini membuat beberapa perusahaan otobus menyiasatinya dengan mengisi armada bus yang tidak jalan sebagai bahan bakar cadangan jika tidak bisa mengisi di SPBU karena kuotanya habis.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini