Share

Ternyata Ini Alasan BMW Tak Ingin Pakai Mesin 4 Silinder

Muhamad Fadli Ramadan, MNC Portal · Kamis 20 Oktober 2022 07:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 20 52 2690694 ternyata-ini-alasan-bmw-tak-ingin-pakai-mesin-4-silinder-JoNXuuHdZf.jpeg Ilustrasi. (Foto: Carscoops)

JAKARTA – Salah satu petinggi BMW M Frank van Meel tak akan menurunkan spesifikasi mobilnya meski di tengah gempuran elektrifikasi. BMW menyatakan akan tetap mempertahankan mesin enam dan delapan silinder selama pembakaran internal masih ada.

“Saya harap itu hanya pertanyaan retoris karena jelas kami tidak akan membuat mesin tiga silinder,” kata van Meel seperti dilansir Carbuzz.

Dia menegaskan bahwa dirinya tidak akan membuat mesin empat silinder pada mobil berperforma tinggi.

“Saya tahu ada perusahaan lain yang melakukan itu, tapi kami tidak akan melakukan itu,” kata Van Meel seolah menyindir kompetitornya.

Masih dari sumber yang sama, diduga produk yang dimaksud Van Meel adalah Mercedes-AMG C63 S E Performance 2024. Mobil tersebut menggunakan mesin hybrid empat silinder 2.0 liter turbocharged.

Sebelumnya, mobil berperforma tinggi itu menggunakan mesin yang cukup gahar, yakni V8 twin-turbo 4.0 liter. Selain itu, Toyota Gazoo Racing juga menanamkan mesin tiga silinder GR Corolla dan GR Yaris.

Meski mesin yang ditanamkan pada mobil Mercedes-Benz dan Toyota terbukti memberikan tenaga besar, tapi BMW nampak tak tertarik untuk melakukannya. Pabrikan asal Jerman itu ingin mempertahankan mesin 6-silinder segaris dan juga V8.

Dilansir dari Carscoops, juru bicara BMW menyebut Frank van Meel ingin mempertahankan mesin pembakaran internal selama mungkin dan terus berinovasi pada kendaraan listrik yang sedang tren saat ini.

“BMW telah komitmen pada mesin pembakaran internal. Namun, pergerakan menuju elektrifikasi dengan hadirnya All New BMW XM dan BMW M Hybrid V8 GTP akan memiliki peran penting di masa depan kendaraan performa tinggi dari M,” ucapnya seperti dilansir Carscoops.

Seperti diketahui, BMW juga pernah memproduksi mesin dengan empat silinder pada varian M, yakni M3 E30 keluaran 1986-1991. Mobil 4-silinder itu dianggap punya peranan cukup besar bagi pertumbuhan BMW.

“Tentu saja E30 M3 memainkan peran penting dalam membangun merek M (bahkan mobil F1 BMW saat itu bermesin 4 silinder), tapi itu hampir 40 tahun yang lalu, dan banyak yang telah berubah dari waktu ke waktu,” tambah perwakilan BMW.

Keputusan BMW M mempertahankan mesin enam silinder dan V8 dianggap berkaitan dengan karakter untuk memperkuat perbedaan dengan rivalnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini