Share

Menghindari Risiko Flat Spot pada Ban karena Jarang Dipakai

Citra Dara Vresti Trisna, Okezone · Kamis 20 Oktober 2022 13:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 20 87 2690948 menghindari-risiko-flat-spot-pada-ban-karena-jarang-dipakai-hfU3dJGEDf.JPG

JAKARTA – Pernahkah Anda meninggalkan kendaraan dalam waktu yang lama? Jika pernah, maka jangan langsung pakai. Ban mobil yang lama tidak dipakai rawan terkena flat spot dan membuat kendaraan tidak nyaman saat dipakai. 

Dilansir dari Hankook, flat spot adalah kondisi telapak ban rusak atau aus karena menerima tekanan secara terus menerus pada bagian ban yang sama. Flat spot juga dapat terjadi karena suhu di garasi atau tempat menyimpan kendaraan lembap sehingga tekanan angin berkurang.

National Sales Manager Passenger Car Radial (PCR) PT Hankook Tire Sales Indonesia, Apriyanto Yuwono mengatakan, umumnya flat spot ban sulit untuk diketahui karena bagian yang mengalami flat spot adalah bagian bawah atau yang langsung di tanah.

Agar dapat mengatasi masalah flat spot, pemilik kendaraan harus paham jenis flat spot, yakni permanen dan sementara. Jika flat spot permanen, maka tidak ada cara lain, kecuali ganti ban. Jika flat spot sifatnya sementara, akan dapat hilang ketika berkendara dan ban jadi lebih panas.

Pasang penyanggah

Jika ban tidak digunakan dalam waktu lama, sebaiknya gunakan penyanggah ban. Alat ini berfungsi untuk membuat ban bertahan pada bentuk aslinya atau tidak terbebani di satu titik. Selain itu, menggunakan penyanggah dapat mengurangi dampak cuaca atau tekanan udara di garasi.

Follow Berita Okezone di Google News

Memanaskan kendaraan

Jika kendaraan tidak digunakan, sempatkan waktu untuk memanaskan kendaraan. Memanaskan kendaraan baik untuk mesin agar dan juga kesehatan ban. Jika memungkinkan cobalah berkeliling selama 5-7 menit di sekitar rumah untuk menjaga suhu ban tidak berubah.

Naikkan tekanan angin

Cara berikutnya adalah menaikkan tekanan angin pada ban. Sebelum meninggalkan kendaraan dalam waktu yang lama, cobalah untuk menaikkan tekanan hingga ±3 psi, atau pastikan tidak lebih dari batas maksimal. Cara ini dapat meminimalisasi risiko flat spot pada ban kendaraan.

Cek tekanan angin

Cara berikutnya yang dapat dilakukan adalah cek tekanan angin secara berkala. Cara ini dapat mengurangi kerusakan fatal. Memastikan tekanan angin berada di ukuran yang tepat meminimalisasi risiko kerusakan akibat flat spot. Apabila tekanan angin terlalu rendah, risiko flat spot akan semakin tinggi karena tertumpu beban kendaraan.

Cek keausan ban

Anda dapat melakukan cek keausan pada simbol tread wear indicator (TWI) secara berkala. Karena, kekurangan angin dapat mempercepat keausan ban. Beban yang berat pada kendaraan membuat risiko defleksi ban semakin besar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini