Share

Sebegini Investasi Pemerintah Jerman Bangun SPKLU, Bagaimana dengan Indonesia?

Muhamad Fadli Ramadan, MNC Portal · Selasa 25 Oktober 2022 07:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 25 52 2693826 sebegini-investasi-pemerintah-jerman-bangun-spklu-bagaimana-dengan-indonesia-6sYzCJMvqA.jpg Ilustrasi. (Foto: Autoblog)

JAKARTA – Rencana percepatan pembangunan stasiun pengisian kendaraan listrik (SPKLU) telah disetujui Pemerintah Jerman. Proyek senilai 6,3 miliar euro (Rp96 triliun) ini dilaksanakan untuk mempercepat tren kendaraan listrik di Jerman dan mencapai target bebas emosi karbon pada 2050.

Dikutip dari Autoblog, proyek ini akan berfokus untuk memperbanyak SPKLU sebanyak 14 kali lipat dari jumlah SPKLU yang ada saat ini. Diprakirakan akan ada 1 juta SPKLU yang tersebar di seluruh Jerman, terutama di wilayah yang jauh dari perkotaan.

Proyek ini juga dipersiapkan untuk mempercepat pemakaian 15 juta kendaraan listrik di Jerman pada 2030. Saat ini, hanya ada 1,5 juta kendaraan listrik yang beroperasi di Jerman.

“Tujuan kami untuk mempercepat perluasan infrastruktur pengisian daya, menyederhanakan proses pengisian dan dengan demikian memudahkan orang untuk beralih. Kami tahu bahwa elektromobilitas meningkat pesat, jadi kami harus cepat,” kata Menteri Transportasi Federal Volker Wissing seperti dilansir Autoblog.

Tujuan Pemerintah Jerman memperbanyak SPKLU adalah untuk membuat masyarakat tertarik menggunakan kendaraan listrik karena infrastruktur pengisian tenaga listrik telah tersedia.

Sekadar informasi, saat ini Jerman menjadi tuan rumah industri pembuatan mobil listrik berbasis baterai seperti halnya Volkswagen dan Tesla yang memiliki pabrik di pinggiran ibu kota.

Percepatan pembangunan infrastruktur pendukung kendaraan listrik ini semakin digencarkan sejak terjadi lonjakan harga listrik akibat perang Rusia-Ukraina.

Di sisi lain, rencana tersebut mendapat tanggapan beragam dari berbagai pihak, terutama asosiasi industri yang menganggap pemerintah kurang mengikuti perkembangan tren kendaraan listrik.

Asosiasi Industri Otomotif Jerman (VDA) menilai percepatan pembangunan SPKLU merupakan langkah penting dan kecepatan penerapan menjadi kuncinya.

Sementara itu, pembangunan infrastruktur di Indonesia juga sedang gencar disosialisasikan ke masyarakat terkait pentingnya menggunakan kendaraan ramah lingkungan. Meski Indonesia memiliki target bebas karbon pada 2060, namun hingga saat ini belum banyak infrastruktur yang dibangun.

CEO Pertamina Nicke Widyawati mengungkapkan saat ini Pemerintah Indonesia sedang melakukan langkah-langkah terkait dengan percepatan transisi energi. Ia menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan beberapa upaya mendukung kebijakan pemerintah.

“Pertamina sebagai perusahaan migas yang terbesar di indonesia harus beradaptasi melakukan transisi,” ujar Nicke saat ditemui MNC Portal di Jakarta beberapa waktu lalu.

“Peran yang dilakukan Pertamina adalah dengan membangun ekosistem untuk kendaraan listrik. Pertamina bekerja sama dengan Inalum Ipro dan juga PLN untuk membangun ekosistem mulai dari hulu hingga hilir.”

Menurutnya, apa yang dilakukan pertamina dan lembaga lainnya tak menyulitkan masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan listrik.

“Kami harus memastikan bahwa ini memang layak untuk masyarakat Indonesia,” ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini