Share

Pemasangan Gantry Tahap Kedua Selesai, Bayar Tol Nirsentuh Siap Diujicoba

Citra Dara Vresti Trisna, Okezone · Selasa 25 Oktober 2022 16:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 25 52 2694118 pemasangan-gantry-tahap-kedua-selesai-bayar-tol-nirsentuh-siap-diujicoba-CePMIrtCzt.jpg Ilustrasi. (Foto: BPJT)

JAKARTA – PT Hutama Karya (Persero) selaku operator ruas JORR S bersama Badan Pengatur Jalan Tol (BPTJ) Kementerian PUPR dan PT Roatex Indonesia Toll System melaksanakan pemasangan gantri Multi Lane Free Flow (MLFF) di Tol Jagorawi tahap kedua.

Kegiatan tersebut menandai rencana penerapan sistem pembayaran tol nontunai nirsentuh atau pembayaran tol tanpa henti berbasis aplikasi mulai masuk ke babak baru.

Pemasangan gantry tahap kedua dilakukan di jalan Tol JORR S KM 33+365 pada 23-24 Oktober 2022 pada pukul 04.00 WIB. Sebelumnya, pemasangan gantry tahap pertama dilakukan di Tol Jagorawi KM 18+370 arah Ciawi pada 19-20 Oktober 2022 lalu.

Setelah gantry terpasang, para pengelola akan melaksanakan uji coba pada kedua gantry di Jagorawi dan JORR S untuk memastikan semua sistem bekerja dengan baik.

Pemasangan gantry ini dilengkapi dengan kamera yang menggunakan teknologi artificial intelegent (AI) berbasis perangkat lunak.

Pemasangan gantry dilakukan untuk mengidentifikasi seluruh kendaraan yang lewat dan mengirim data ke pusat.

Gantry juga akan memeriksa secara otomatis apakah kendaraan telah terdaftar, sudah membayar dan mengidentifikasi pelanggaran yang dilakukan kendaraan tersebut.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Danang Parikesit mengatakan, penerapan sistem MLFF akan dilakukan secara bertahap di beberapa ruas jalan tol. Sementara jalan tol yang dipilih, masih dalam tahap pembahasan.

“Untuk tahap awal implementasi dimulai dengan masa transisi pada beberapa ruas jalan tol, di mana sebagian gardu pada setiap gerbang tol masih dapat menggunakan kartu tol elektronik,” ujar Danang dalam keterangan tertulis.

Sekadar informasi, setelah diberlakukan MLFF, ruas tol akan sepenuhnya menjadi jalan bebas hambatan atau tidak ada lagi pembatas di gerbang tol. Arus lalu lintas akan diawasi dengan teknologi Global Navigation Satellite System (GNSS).

“Gerbang tol akan difungsikan dengan gantry enforcement data capture. Jadi kendaraan yang melintas di gerbang MLFF akan di capture datanya, dan data dari pengguna akan diproses di sistem pusat,” kata Project Manager RITS Emil Iskandar.

Selain itu, terdapat kendaraan pemantau yang ditempatkan secara acak di jalan tol. Apabila terdapat pelanggaran maka sistem pusat akan menginformasikan kepada pelanggar untuk membayar.

Jika pelanggar enggan membayar, maka sistem pusat akan meneruskan laporannya ke pihak berwenang untuk ditindak sesuai hukum.

Sejumlah petugas dan rambu pengaturan lalu lintas dan lampu selang telah disiagakan. Pengaturan lalu lintas berupa penutupan lajur akan dilakukan secara situasional dengan berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini