Share

Berpotensi Korsleting dan Terbakar, KIA AS Recall 71,000 Mobil

Muhamad Fadli Ramadan, MNC Portal · Jum'at 28 Oktober 2022 14:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 28 52 2696309 berpotensi-korsleting-dan-terbakar-kia-as-recall-71-000-mobil-lY9FxPgKuF.JPG Ilustrasi recall. (Foto: Antara)

JAKARTA – KIA Amerika Serikat terpaksa me-recall 71.000 unit mobil produksi tahun 2008-2009. Keputusan ini diambil usai menemukan potensi kebakaran akibat korsleting.

Keputusan recall ini disinyalir berkaitan dengan keluarnya imbauan kepada pemilik KIA Sorento dan Sportage agar parkir di ruang terbuka guna mengantisipasi kebakaran.

Dikutip dari Carscoops, penyebab kebakaran disinyalir berasal dari bahan asing dan kontaminasi kelembapan papan sirkuit modul tow hitch harness. Kelembapan ini memicu korsleting dan mengakibatkan kebakaran.

Potensi kebakaran terungkap usai peristiwa kebakaran mobil KIA Telluride di Kanada. Mobil tersebut juga menggunakan tow tow hitch harness yang sama.

Berdasarkan laporan Reuters, KIA mengatakan proses recall model Sportage bukan untuk membenahi modul serupa tapi juga mengatasi risiko kebakaran di sekitar Hydraulic Electronic Control Unit (HECU) yang dapat terjadi saat parkir atau sedang mengemudi.

Hingga kini KIA mengidentifikasi ada delapan kebakaran kendaraan dan 15 insiden pelelehan atau kerusakan lokal sejak 2017 di kendaraan jenis SUV yang sebelumnya terjadi telah diselesaikan ketika melakukan penarikan pada 2016.

Hingga proses recall dilakukan, KIA dan asosiasi keselamatan lalu linta (NHTSA) menyarankan agar pemilik KIA memarkir kendaraan di luar yang jauh dari bangunan dan mobil lainnya. Sementara penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan.

Diketahui, kejadian pada 2016 disebabkan karena ada korosi pada kabel di HECU Sportage yang merupakan komponan utama sistem pengereman anti anti lock.

Kerusakan ini dikombinasikan dengan kelembapan dari penyegelan yang tidak tepat di sekitar perangkat sehingga dapat memicu kebakaran.

Saat itu, dealer KIA diminta memeriksa kendaraan dari korosi dan mengganti suku cadang tertentu untuk mengurangi risiko kebakaran.

Dua tahun sebelumnya, KIA dan Hyundai harus bayar dennda perdata sebesar USD 210 juta (Rp3,2 triliun) lantaran menunda recall kendaraan karena masalah mesin.

Di tahun berikutnya, mereka menarik 440.000 kendaraan karena risiko kebakaran mesin terkait HECU. Pada Februari lalu, mereka melakukan recall tambahan 484.000 unit karena masalah serupa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini