Share

KTT G20, Kendaraan Listrik, dan Keseriusan Indonesia Menuju Energi Bersih

Siska Maria Eviline, Okezone · Jum'at 28 Oktober 2022 23:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 28 52 2696764 ktt-g20-kendaraan-listrik-dan-keseriusan-indonesia-menuju-energi-bersih-15FqsGRMJL.jpg KTT G20, kendaraan listrik, dan Indonesia menuju energi bersih.

BALI akan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, pada 15-16 November mendatang. Forum ini akan menjadi momentum penting untuk menentukan berbagai kebijakan global.

Sebagai tuan rumah, Indonesia memberikan inovasi berupa penggunaan kendaraan listrik sebagai bukti keseriusan dalam menerapkan energi bersih. Ada 252 kendaraan listrik berbasis baterai yang akan digunakan untuk menopang mobilitas para tamu selama berlangsungnya acara. 

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Laksamana Muda Kisdiyanto mengatakan, dari ratusan kendaraan itu, sekitar 42 di antaranya akan difungsikan sebagai mobil kawal. Lebih spesifik lagi, ada 12 unit Hyundai Ioniq dan sisanya Hyundai Ioniq Five. 

Pembangunan SPKLU Fast Charging di Bali untuk mendukung KTT G20. (Foto: PLN)

Sementara itu Official Car Partner KTT G20 akan diisi oleh Wuling Motors. Pada 26 Oktober silam, pabrikan asal China tersebut menyerahkan 300 unit Wuling Air ev kepada Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia. 

Dari 300 kendaraan listrik tersebut, sekitar 216 unit di antaranya merupakan tipe long range. Sisanya, berjenis standard range. Selain dua brand tersebut, Toyota BZ4X, Lexus UX300e, dan Genesis G80 juga akan mendukung perhelatan besar ini.

Sistem Pengamanan

Untuk mengamankan jalannya KTT G20, Korlantas Polri menurunkan 841 personel yang terdiri dari 269 personel untuk kendaraan listrik dan 363 lainnya untuk kendaraan bahan bakar fosil. 

Total kendaraan yang diterjunkan ada 335 unit kendaraan yang terdiri dari satu unit Kommob, 82 mobil listrik, dan 82 mobil berbasis bahan bakar fosil. Ada pula 172 unit kendaraan roda dua yang terdiri dari 92 unit motor listrik dan 80 unit kendaraan berbasis bahan bakar fosil.

BACA JUGA: Kakorlantas Cek Kesiapan Mobil Listrik untuk KTT G20, Sebegini Progresnya

BACA JUGA: Mobil Matik yang Cocok untuk Perempuan Masa Kini, Dijamin Tampil Keren

Kesiapan Infrastruktur

Dengan begitu besarnya jumlah kendaraan listrik yang diturunkan untuk mendukung forum ini, pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana infrastrukturnya?

Terkait infrastruktur, PLN sudah menyediakan 88 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Bali. Sekitar 66 unit dari SPKLU tersebut berjenis Ultra Fast Charging dan 22 lainnya bertipe Fast Charging. 

Pembangunan SPKLU Fast Charging di Bali untuk mendukung KTT G20. (Foto: PLN)

Lalu apa yang membedakan SPKLU berjenis Ultra Fast Charging dengan tipe standar? SPKLU jenis ini berdaya 200 kiloWatt (kW) yang dipersenjatai dengan fitur Simultan Charger yang membuatnya bisa mengisi daya dua kendaraan sekaligus. 

Sesuai dengan namanya, stasiun Ultra Fast Charging ini bisa mengisi penuh daya kendaraan dari kondisi kosong hanya dalam waktu 15-30 menit. PLN juga memasang 200 unit Home Charging di tempat para tamu KTT G20 menginap. 

“KTT G20 merupakan event internasional yang akan menjadi sorotan dunia. Karena itu, PLN akan mempersiapkan semuanya dengan sangat matang,” kata Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo.*

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini