Share

Mobil Konvensional di Eropa Resmi Dilarang pada 2035

Muhamad Fadli Ramadan, MNC Portal · Minggu 30 Oktober 2022 12:44 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 30 52 2697310 mobil-konvensional-di-eropa-resmi-dilarang-pada-2035-1snpnPRq9W.JPG Truk listrik. (Foto: Antara)

JAKARTA – Komitmen untuk mengurangi dampak perubahan iklim diwujudkan dengan menghentikan produksi kendaraan berbahan bakar fosil pada 2035.

Dikutip dari Carscoops, tiga institusi utama Uni Eropa, yakni badan eksekutif, parlemen, dan seluruh anggota, telah menyetujui rencana ini.

Rencana untuk berhenti produksi telah diumumkan pada Juli 2021 dan disetujui oleh negara-negara anggota pada Juni 2022 telah melakukan negosiasi.

Produsen mobil dipaksa meninggalkan semua model kendaraan bensin, diesel, hybrid, dan plug-in hybrid dari line-up penjualan pada 2035.

Sedangkan untuk produsen dengan angka penjualan rendah seperti Ferrari dan Lamborghini mendapat penundaan satu tahun.

Selain target nol emisi pada 2035, pada tahun 2030 semua produsen mobil harus mengurangi emisi Co2 mobil baru sebesar 55 persen (naik dari target pengurangan sebelumnya yang sebesar 37,5 persen) dibandingkan dengan 2021.

Berdasarkan grup transportasi dan lingkungan mobil dan LCV bertanggung jawab atas 16 persen dari semua emisi gas rumah kaca di Eropa saat ini.

Meski begitu sudah ada proposal tidak mengikat antara negara-negara anggota yang meminta Komisi Eropa untuk mengizinkan pendaftaran kendaraan yang menggunakan bahan bakar netral karbon setelah tahun 2035 demi mempertahankan mesin pembakaran internal.

Keputusan ini bukan tidak berdampak, karena Eropa merupakan salah satu pangsa pasar penting penjualan mobil secara global. Hal ini juga membuat produsen mobil harus berinvestasi lebih besar untuk mempercepat konversi elektrifikasi.

“Produsen mobil Eropa sudah membuktikan bahwa mereka siap untuk melangkah, dengan mobil listrik yang semakin meningkat dan terjangkau di pasar. Kecepatan, di mana perubahan ini terjadi selama beberapa tahun terakhir sangat luar biasa,” Timmermans, Komisaris Uni Eropa untuk Kebijakan Aksi Iklim dikutip dari CarScoops.

Sementara itu, Presiden ACEA dan CEO BMW, Oliver Zipse mengatakan, pihaknya menyambut baik kebijalan tersebut meski di sisi lain pihaknya perlu melihat kesiapan material untuk mendukung elektrifikasi di Eropa.

“Kami sekarang ingin melihat kondisi kerangka kerja yang penting untuk memenuhi target ini, yang tercermin dalam kebijakan UE. Ini termasuk kelimpahan energi terbarukan, jaringan infrastruktur pengisian daya pribadi dan publik, dan akses ke bahan baku,” ujar Zipse.

Kesepakatan ini juga memunculkan reaksi negatif, terutama pada pemakai mobil tua yang lebih berpolusi namun tidak mampu membeli EV yang baru.

Eropa berharap dapat mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 55 persen pada tahun 2030, sebagai bagian dari strategi “Fit for 55”.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini